ABSTRAK Anak jalanan sangat rentan terhadap bahaya narkoba. Anak jalanan diSukoharjo yang berjumlah 30 menggerakkan hati relawan Tim P4GN Sukoharjodalam pelaksanaan soft rehabilitasi melalui sekolah anak jalanan. Tim P4GNSukoharjo terbentuk karena kasus penyalahgunaan narkoba sudah masuk keseluruh kabupaten di Indonesia. Berdasarkan SK Bupati Nomor 440.05 / 282 /2012, dibentuklah Tim Pencegahan Penanggulangan Pemberantasan PeredaranGelap Narkotika (P4GN) Kabupaten Sukoharjo. Tim P4GN Sukoharjo merupakanbadan koordinasi yang bertugas untuk menangani masalah narkoba yang terjadi diKabupaten Sukoharjo dan bertanggung jawab kepada bupati. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Partisipasi Tim P4GN Sukoharjo dalam UpayaPemenuhan Hak Pendidikan Anak Jalanan, hambatan yang dihadapi, serta dampakyang ditimbulkan setelah penyelenggaraan program tersebut.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.Pemilihan informan ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Sumberdata didapatkan dari informan dan telaah dokumen, serta teknik pengumpulan datadilakukan melalui wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara,observasi, serta studi dokumentasi. Untuk menguji validitas data, menggunakanteknik triangulasi data. Adapun teknik analisa data menggunakan metode analisisinteraktif, yang dilakukan dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, Tim P4GN Sukoharjotelah melaksanakan program sekolah anak jalanan dalam upaya pemenuhan hakpendidikan anak jalanan secara gratis dengaan keberhasilan mencapai . Programsekolah anak jalanan tersebut meliputi sekolah kejar paket B (setara dengan ijazahSMP) dan kejar paket C (setara dengan ijazah SMA), sekolah musik, dan sekolahkomputer. Tujuannya yaitu pemenuhan hak pendidikan anak jalanan yang rentanbahaya narkoba, membekali ilmu para anak jalanan berupa ilmu untukmendapatkan kehidupan yang lebih layak, penanganan anak jalanan tidak hanyacukup dirazia saja. Selain sekolah anak jalanan juga terbentuk sekolah kebangsaanberupa Sanggar Bhineka. Program tersebut belum bisa maksimal karena adanyakendala yang dialami, misalnya izin dari orang tua anak jalanan, fasilitas masihkurang, P4GN masih berupa badan koordinasi. Selain itu dengan adanya programtersebut menimbulkan dampak yang secara umum dampaknya adalah positif yaituhak pendidikan anak jalanan terpenuhi dan anak jalanan tersebut sekarang bekerjadi tempat yang lebih layak dan tidak lagi di jalanan.Kata kunci: anak jalanan, Tim P4GN Sukoharjo, soft rehabilitasi, sekolah anakjalanan, Sanggar Bhineka.