Penulis Utama : Nurul Fazriani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S111408014
Tahun : 2016
Judul : Bahasa Paser di Kalimantan Timur (Kajian Linguistik Diakronis)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Progdi.Linguistik-S111408014-2016
Subyek : LINGUISTIK
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji status bahasa PSR di Kalimantan Timur
dengan pendekatan linguistik historis komparatif. Para pakar linguistik historis komparatif
berbeda pendapat dalam menentukan status bahasa PSR; Hudson (1967) danRiwut (1961)
mengelompokkan bahasa PSR ke dalam rumpunbahasa Dayak, sedangkan Cense dan
Uhlenbeck (1958) serta Wurm dan Hatori (1983) mengelompokkan bahasa PSR ke dalam
rumpun bahasa Melayu.
 Penelitian ini memadukan metode kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang
digunakan adalah daftar kosakata Swadesh dan daftar kosakata Nothofer. Analisis data
dilakukan dengan membandingkan bahasa PSR dengan bahasa LWG dari rumpun Dayak
dan bahasa BJR dari rumpun Melayu yang mencakup bidang fonologi dan leksikal.
Hasil kajian sinkronis menunjukkan beberapa temuan dari segi fonologi. Pertama,
bahasa PSR dan LWG memiliki fonem vokal /o/ dan glottal /q/ yang tidak terdapat dalam
bahasa BJR yang hanya memiliki vokal tinggi /i/ dan /u/ dan vokal rendah /a/. Kedua,
dalam distribusi fonem /e/, bahasa PSR dan LWG tidak berdistribusi pada posisi ultima.
Ketiga, bahasa PSR dan LWG tidak memiliki fonem konsonan /h/ yang terdapat dalam
bahasa BJR. Keempat, bahasa PSR tidak memiliki diftong /ew/ dan /?w/ yang terdapat
dalam bahasa LWG dan BJR.  
Hasil kajian diakronis melalui analisis kuantitatif dengan teknik leksikostatistik
menunjukkan persentase kekerabatan antara bahasa PSR-LWG sebesar 51%, PSR-BJR
24%, dan LWG-BJR 12%. Selanjutnya, dari analisis kualitatif, ditemukan adanya
korespondensi fonem yang teratur yang mana fonem /e/, /o/, /l/, /c/ dalam bahasa PSR
berkorespondensi dengan fonem /i/, /?/, /e/, /r/, /s/ pada posisi ultima, penultima dan
prapenultima pada bahasa LWG. Evidensi selanjutnya diperoleh melalui analisis
menggunakan teknik rekonstruksi. Teknik rekunstruksi induktif menunjukkan adanya
evidensi fonologis dan leksikal pemisah dan penyatu kelompok melalui rekonstruksi
PPL(Proto-Paser Lawangan). Teknik rekonstruksi deduktif menunjukkan bahwa fonem
PB */?/, */c/, */d/, */h/, */ei/, */aw/, */ui/ mengalami inovasi bersama dalam bahasa PSR
dan LWG, sebagai satu evidensi inovasi bersama berupa subtitusi fonem diftong PB */ei/,
*/aw/, */ui/ > monoftong PSR, LWG /e/,/o/,/i/ pada posisi ultima, dan subtitusi PB*/?/ >
PSR, LWG /o/ pada posisi ultima dan penultima dan juga PB*/h/ > PSR, LWG /y/ pada
posisi ultima. Selanjutnya, berdasarkan inovasi leksikal bersama pada PSR dan LWG
ditemukan sejumlah data leksikal yang menunjukkan kemiripan pada kedua bahasa
tersebut. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bahasa PSR memiliki
hubungan kekerabatan yang lebih erat dengan bahasa LWG sehingga bahasa PSR masuk
ke dalam rumpun bahasa Dayak.
 

Kata kunci:Bahasa Paser, Sinkronis, Diakronis, Kuantitatif, Kualitatif, Leksikostatistik,         Rekonstruksi


 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
cover_1.pdf
bab 1_1.pdf
bab 2_1.pdf
bab 3_1.pdf
bab 4_1.pdf
dapus_1.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Inyo Yos Fernandez,
2. Dr. Wakit Abdullah, M. Hum.,
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana