Penulis Utama : Hapsara Bayu Aji
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.0101045
Tahun : 2006
Judul : Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor gula propinsi Jawa Tengah periode 1984-2003
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2006
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Ekonomi Pembangunan-F.0101045-2006
Subyek : IMPOR GULA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Gula pasir merupakan sumber kalori seperti halnya dengan jagung, beras, umbi-umbian, lemak atau minyak. Gula pasir mempunyai kandungan energi dan nilai kalori yang tinggi dan dapat langsung dikonsumsi. Gula merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok yang strategis baik sebagai bahan pangan maupun sebagai sumber kalori. Komoditi ini selain dimanfaatkan sebagai pemanis, pengawet dan pelarut pada industri makanan dan minuman. Oleh karenanya komoditi gula dan keberadaan industrinya membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius bagi pemerintah. Peranan industri disamping sebagai penyedia gula, juga sebagai penyedia lapangan kerja baik ditingkat kebun maupun pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produksi gula tebu (lokal) terhadap volume impor di Jawa Tengah, pengaruh konsumsi gula penduduk Jawa Tengah terhadap volume impor gula di Jawa Tengah, pengaruh konsumsi gula industri Jawa Tengah terhadap volume impor gula di Jawa Tengah, pengaruh harga gula lokal Jawa Tengah terhadap volume impor gula di Jawa Tengah, pengaruh harga gula impor terhadap volume impor gula di Jawa Tengah, pengaruh nilai tukar rupiah dengan dollar terhadap volume impor gula di Jawa Tengah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah variabel produksi gula tebu (lokal), harga gula impor, nilai tukar rupiah terhadap dollar berpengaruh negatif terhadap volume impor gula Jawa Tengah dan variabel konsumsi gula penduduk, harga gula lokal, konsumsi gula industri berpengaruh positif terhadap volume impor gula Jawa Tengah. Untuk menguji hipotesis tersebut digunakan analisis regresi linier berganda biasa dengan persamaan Yt = bo + b1X1t + b2X2t + b3X3t + b4X4t + b5X5t + b6X6t. Untuk keperluan olah data digunakan program eveiws 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan produksi gula di Jawa Tengah tahun 1984-2003 mengalami penurunan yang berfluktuasi. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda biasa, variabel Produksi gula tebu Jawa Tengah berpengaruh terhadap volume impor gula Jawa Tengah pada tingkat signifikansi 5 % dengan probabilitas 0,0103. Konsumsi gula penduduk Jawa Tengah tidak berpengaruh terhadap volume impor gula Jawa Tengah pada tingkat signifikansi 5 % dengan probabilitas 0,2256. Konsumsi gula industri Jawa Tengah tidak berpengaruh terhadap volume impor gula Jawa Tengah pada tingkat signifikansi 5 % dengan probabilitas 0,1970. Harga gula lokal Jawa Tengah berpengaruh terhadap volume impor gula Jawa Tengah pada tingkat signifikansi 5 % dengan probabilitas 0,0055 . Harga gula impor Jawa Tengah tidak berpengaruh terhadap volume impor gula Jawa Tengah pada tingkat signifikansi 5 % dengan probabilitas 0,2554 . Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah Produksi gula tebu Jawa Tengah Jawa Tengah dan harga gula lokal Jawa Tengah sangat mempengaruhi volume impor gula Jawa Tengah. Karena semakin meningkatnya produksi gula lokal maka permintaan akan gula impor akan semakin menurun. Hal yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah dalam upaya peningkatan produktivitas gula dan untuk menekan laju impor gula di Propinsi Jawa Tengah diantaranya : Pertama, perluasan lahan pertanian tebu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku tebu sehingga pabrik gula dapat menggiling dengan full capacity (kapasitas penuh). Perluasan lahan diarahkan ke lahan-lahan kering agar tidak terlalu terpengaruh oleh tamanan lain, seperti padi. Sehingga dengan pasokan bahan baku yang cukup akan mengurangi jumlah impor gula di Jawa Tengah. Kedua, pengadaan bibit tebu yang berkualitas sehingga akan mampu menghasilkan kualitas gula yang bagus bagi petani tebu. Ketiga, penganekaragaman teknologi pupuk kompos bagi petani sehingga mampu menekan biaya produksi dan keuntungan yang diperoleh petani tebu semakin meningkat. Hasil penelitian ini semakin memperkuat temuan beberapa penelitian sebelumnya bahwa impor gula juga sangat dipengaruhi oleh harga gula lokal. Karena semakin tinggi harga gula lokal maka permintaan gula impor akan semakin meningkat. Pendirian koperasi dan peminjaman modal sangat penting bagi petani tebu sehingga para petani tidak terhambat dana untuk menanam tebu yang berkualitas, tetapi disarankan untuk pencairan dana tersebut tidak sekaligus tapi secara bertahap.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HAPSARA-BAYU-AJI.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Guntur Riyanto, M.Si
Catatan Umum : 1104/2006
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis