Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan sentra peternakan sapi perah di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali dan untuk mengetahui keberlanjutan usaha peternakan sapi perah di Kecamatan Cepogo dalam dimensi ekologi dan pembibitan, sosial budaya, ekonomi, infrastruktur dan teknologi, hukum dan kelembagaan. Tinggi maupun rendahnya produksi susu nasional tentunya bersumber pada tingkatan produksi susu pada wilayah-wilayah yang tersebar luas di Indonesia yaitu termasuk salah satunya di Kecamatan Cepogo, karena Kecamatan Cepogo merupakan salah satu sentra peternakan sapi perah penghasil Susu Segar Dalam Negeri (SSDN). Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang mengkaji tentang analisis kemampuan peternak dalam upaya mengelola usaha peternakannya yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2016. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif serta strategi studi kasus untuk memahami berbagai permasalahan yang ada. Pembahasannya melalui teknik analisis interaktif (interactive model of analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha peternakan sapi perah yang terjadi di Kecamatan Cepogo merupakan dukungan program pembangunan pemerintah pusat melalui Kementrian Koperasi yang dilakukan di KUD Cepogo. Tepatnya dimulai sejak tahun 1979 dengan memberikan bantuan berupa program paket kredit sapi perah. Hasil penelitian terhadap keberlanjutan usaha peternakan sapi perah di Kecamatan Cepogo menunjukan kondisi keberlanjutan yang relatif tinggi. Pada aspek ekologi pembibitan secara umum tidak menimbulkan persoalan. Indikator keberlanjutan dalam dimensi sosial budaya secara rata-rata mempunyai kategori keberlanjutan yang tinggi. Ditinjau dari dimensi ekonomi bahwa usaha peternakan sapi perah yang dikembangkan masyarakat tetap dapat memberikan manfaat bagi peternak. Dimensi Infrastruktur dan teknologi masih banyak ditemukan berbagai kendala. Dimensi hukum dan kelembagaan secara garis besar memberikan dukungan yang maksimal terhadap pengembangan usaha peternakan sapi perah sebagai penghasil susu dalam menunjang tercapainya swasembada susu nasional. Kata Kunci : Keberlanjutan, sapi perah, pembangunan, swasembada.