Penulis Utama : Heru Agus Surasa
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I.0302034
Tahun : 2007
Judul : Analisis penyebab losses energi listrik akibat gangguan jaringan distribusi menggunakan metode fault tree analysis dan failure mode and effect analysis di pt. pln (persero) unit pelayanan jaringan sumberlawang
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Industri-F.I0302034-2007
Subyek : ENERGI LISTRIK
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK PT. PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Sumberlawang merupakan salah satu unit pelayanan jaringan listrik yang secara manajerial berada di Area Pelayanan Jaringan (APJ) Surakarta, sering mengalami masalah losses energi listrik. Losses disini diartikan sebagai adanya energi yang hilang baik secara teknis maupun non teknis. Faktor yang diduga sebagai penyebab losses antara lain adanya kerusakan jaringan distribusi, pelanggaran dari pelanggan, dan penerangan jalan umum illegal. Selama bulan September 2005 sampai dengan bulan Agustus 2006, rata-rata energi yang hilang karena kerusakan jaringan merupakan penyebab yang paling tinggi dibandingkan dengan pelanggaran dan penerangan jalan umum illegal, untuk itu perlu dianalisis lebih lanjut mengenai akar penyebab kerusakan jaringan distribusi tersebut menggunakan tool FTA dan metode FMEA. Tool FTA digunakan untuk menelusuri kerusakan dengan mengetahui kejadian atau kombinasi kejadian dalam gangguan sistem jaringan distribusi listrik. Output yang didapatkan dari FTA adalah kejadian dasar penyebab kerusakan jaringan distribusi listrik yaitu gangguan alam, manusia, binatang, komponen, material yang dipakai, dan kesalahan instalasi. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan proses yang paling potensial dengan mendeteksi penyebab, efek, dan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kepentingan kerusakan. Dari pengolahan FMEA didapatkan duabela modus kerusakan jaringan distribusi listrik yaitu tiang listrik, kabel listrik, penangkal petir, konektor, jumper, relay, isolator, transformator, saklar PMT dan PMS, pelebur, MCB (mini circuit breaker), dan APP (alat pembatas dan pengukur). Metode FMEA juga dapat digunakan untuk mengetahui prioritas perbaikan dari modus kerusakan yang terjadi berdasarkan nilai risk priority number dari perkalian skala severity, occurance, dan skala detection. Dari perhitungan RPN didapatkan nilai prioritas tertinggi yaitu kerusakan transformator, isolator, dan saklar PMT dan PMS. Hasil dari FTA dan FMEA berupa usulan perbaikan terhadap kerusakan jaringan distribusi listrik yaitu pemeriksaan peralatan jaringan distribusi secara terjadwal, penggantian saluran distribusi listrik dari saluran udara ke saluran tanah, program pemeliharaan, program manajemen atau pendataan daya trafo, program perencanaan distribusi sisip, penambahan alat thermovision, pemasangan jaringan harus sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, serta pemasangan capasitor bank, yaitu perlengkapan untuk meningkatkan power factor, dimana akan mempengaruhi besarnya arus yang dialirkan sehingga mengurangi rugi daya.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Heru Agus Surasa.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum : 3229/2007
Fakultas : Fak. Teknik