Penulis Utama : Mamik Khoirun Nikmah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I.0398037
Tahun : 2004
Judul : Estimasi biaya perawatan gerbong kereta api penumpang eksekutif selama masa garansi (studi kasus PT Inka Madiun)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik-I.0398037-2004
Subyek : KERETA API
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK PT INKA Madiun adalah industri kereta api yang ada di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis gerbong kereta api. PT INKA menerapkan kebijakan garansi Free-Replacement Warranty (FWR), yaitu PT INKA bersedia memperbaiki atau mengganti item yang gagal tanpa membebankan biaya sedikit pun kepada konsumen jika kerusakan terjadi dalam periode garansi. Untuk menetapkan harga jual, dipertimbangkan pula biaya garansinya. Oleh sebab itu, penting untuk diketahui biaya garansi produk secara akurat. Saat ini, PT INKA Madiun melakukan estimasi biaya garansi dengan menjumlahkan seluruh biaya purna jual produk yang dibuat (semua jenis kereta) dalam waktu satu tahun. Estimasi biaya garansi per gerbong kereta diperoleh dengan cara membagi total biaya (historis) dengan jumlah gerbong keretanya. Perhitungan biaya garansi seperti itu mengabaikan ketidakpastian umur hidup setiap komponen. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan estimasi biaya garansi kereta api yang lebih akurat dengan mempertimbangkan ketidakpastian umur hidup komponen melalui pendekatan keandalan (reliability). Estimasi biaya garansi dilakukan dengan menggunakan pendekatan garansi satu dimensi, yaitu berdasarkan umur. Metode Pareto digunakan untuk memilih komponen-komponen penting yang akan dibahas. Kemudian metode maximum likelihood digunakan untuk mengestimasi parameter distribusi umur hidup tiap komponen. Selanjutnya, ekspektasi jumlah kerusakan dihitung dengan menggunakan ekspektasi distribusi Binomial. Hasil pengolahan data memberikan informasi secara rinci mengenai parameter-parameter fungsi kerusakan setiap komponen yang berada dalam daerah garansi. Selain itu, biaya garansi yang harus ditanggung oleh perusahaan untuk satu gerbong kereta juga diketahui yaitu Rp 2.384.331, Rp 2.719.731, Rp 3.537.334, Rp 4.181.804, Rp 4.700.243, dan Rp 5.126.124 masing-masing secara berurutan untuk masa garansi 0.5 tahun, 1 tahun, 1.5 tahun, 2 tahun, 2.5 tahun, dan 3 tahun. Kata Kunci : biaya garansi, kebijakan garansi, reliability, metode Pareto, metode maximum likelihood
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Susy Susmartini, MSIE
2. I Wayan Suletra, ST, MT
Catatan Umum : 100/2004
Fakultas : Fak. Teknik