Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) bentuk tindak tuturdirektif guru; 2) fungsi tindak tutur direktif guru; 3) strategi kesopanan dalamtindak tutur direktif guru; dan 4) relevansi strategi kesopanan dalam tindak tuturdirektif guru dengan pembelajaran menulis teks cerita pendek di SMK.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitianini dilaksanakan di SMK N 2 Sragen dan SMK Muhammadiyah 2 Sragen mulaidari bulan Januari-Juli 2016. Objek penelitian ini adalah tuturan 9 guru matapelajaran yang berbeda di SMK N 2 Sragen. Sumber data primer penelitian adalahtuturan 9 guru di SMK N 2 Sragen. Informan dalam penelitian ini adalah guru dansiswa di SMK N 2 Sragen dan SMK Muhammadiyah 2 Sragen, serta pakarpragmatik. Adapun, sumber data sekunder berupa RPP dan Silabus kelas XISMK. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara mendalam.Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data divalidasimenggunakan teknik triangulasi teori dan triangulasi sumber. Data dianalisisdengan teknik analisis data model interaktif.Hasil penelitian disimpulkan bahwa, 1) bentuk tindak tutur direktif yangditemukan adalah bentuk permintaan, pertanyaan, memerintah, larangan,pemberian izin, dan menasihati. Bentuk memerintah paling banyak digunakanoleh guru. Bentuk memerintah digunakan untuk mengelola kegiatanpembelajaran; 2) fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan antara lain: fungsimeminta, mengajak, mendorong, menekan, bertanya, menginterogasi, menyuruh,mengomando, mengarahkan, menginstruksi, mempersilakan, melarang,membolehkan, mengizinkan, dan menasihati. Fungsi bertanya paling banyakdigunakan oleh guru untuk membangun pembelajaran multiarah. Fungsi tindaktutur direktif yang digunakan guru dapat menunjukkan kompetensi pedagogikguru; 3) Guru menggunakan strategi kesopanan negatif, yaitu strategi 1, strategi 3,strategi 4, dan strategi 7. Penggunaan strategi kesopanan ini membuat guru lebihramah dalam bertutur kata. Guru harus mempertahankan jarak tertentu yangdiperlukan untuk mempertahankan menejemen kelas saat menerapkan strategikesopanan; dan 4) Strategi kesopanan dalam tindak tutur direktif relevan denganpembelajaran menulis teks cerita pendek di SMK. Siswa dapat menggambarkantokoh berwatak baik menggunakan strategi kesopanan dalam tuturan langsungtokoh. Penggunaan strategi kesopanan dapat digunakan untuk menggambarkansetting cerita. Siswa harus menyadari bahwa strategi kesopanan tidak bisadigunakan ketika alur cerita telah memasuki tahap klimaks.Kata kunci: guru, tindak tutur direktif, strategi kesopanan, pembelajaran, ceritapendek