Penulis Utama : Yustiasih Purwaningrum
Penulis Tambahan : 1. Triyono
2. Isharyadi
NIM / NIP : -
Tahun : 2014
Judul : Analisa Ketangguhan dan Kelayakan Pengelasan One Side Weld pada Material Kapal dengan Variasi Jarak Gap
Edisi : Prosiding Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI IX) 2014, Bali 26-27 November 2014
Imprint : Jakarta - Universitas Tarumanagara - 2014
Kolasi : 9 hal.
Sumber : Prosiding Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI IX) 2014, Bali 26-27 November 2014
Subyek : JARAK
Jenis Dokumen : Artikel Prosiding
ISSN :
ISBN : 978 602 98109 3 6
Abstrak :

ANALISA KETANGGUHAN DAN KELAYAKAN PENGELASAN ONE SIDE WELD PADA MATERIA  KAPAL DENGAN VARIASI JARAK GAP

 Abstrak

Data tahun 2003-2008 Komisi Nasionai Keselamatan Transportasi dan The Study for The Maritime Traffic Safety System Development Plan menyebutkan bahwa 21% penyebab kecelakaan kapal di indonesia adalah kegagalan struktur kapal (hull structure). Desain dan proses produksi adalah hal penting dalam struktur kapal. Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki pengaruh variasi jarak gap pengelasan satu sisi (one side weld). Material yang digunakan adalah pelat baja grade A tebal 12 mm yang dilas menggunakan GMA W (Gas Metal Arc Welding) dengan jarak gap 3 mm, 5 mm, dan 7 mm. Sifat fisis diperiksa dengan mikroskop optik dan sifat mekanis diukur dengan kekuatan, kekerasan, dan ketangguhanya menggunakan uji tarik, uji kekerasan Vikers dan uji impak Charpy. Hasil pengujian struktur mikro menunjukan HAZ dan logam induk memiliki struktur yang sama yaitu ferrite dan perlite. Sedangkan struktur mikro daerah las berupa ferit Accicular dan ferit batas butir. Dari hasil pengujian tarik terlihat bahwa nilai kekuatan tarik semua hasil las dengan variasi jarak gap mempunyai nilai lebih tinggi dibanding logam induk. Nilai kekuatan tarik tertinggi ada pada jarak gap 3 mm yaitu sebesar 344,5 Mpa. Hasil uji ketangguhan menunjukan bahwa jarak gap 5 mm memiliki nilai ketangguhan tinggi yaitu nilai energy terserapnya adalah 221.16 J, ketangguhan cenderung meningkat seiring dengan pertumbuhan butir ferit acicular. Pada jarak gap 7 mm memiliki nilai kekerasan paling tinggi dan ketangguhanya paling rendah. Variasi jarak gap mempengaruhi tingkat kekerasan sambungan las, semakin besar jarak gap- nya kekerasan semakin tinggi.

Kata kunci: GMA W, jarak gap, ketangguhan, pengelasan satu sisi<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} </style>

File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Dokumen : -
Link Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum : Penulis Pertama Bukan Orang UNS
Fakultas : Fak. Teknik