Penulis Utama : Whika F. Dewatisari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M.0402051
Tahun : 2007
Judul : Pengaruh padat penebaran nauplii dengan pakan silase ikan juwi terhadap produk biomassa Artemia franciscana
Edisi :
Imprint : Surakarta - FMIPA - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-FMIPA Jur. Biologi-M.0402051-2007
Subyek : BIOMASSA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Artemia franciscana (Anostraca, Artemidae) adalah Crustacea tingkat rendah yang digunakan sebagai pakan alami dalam usaha budidaya ikan dan udang, terutama dalam usaha pembenihan. Nauplius (A. franciscana yang baru menetas) mengandung protein cukup tinggi baik untuk pertumbuhan larva ikan dan udang. Dengan berkembangnya pembenihan udang maka meningkatkan kebutuhan A. franciscana. Budidaya A. franciscana dapat dikembangkan dengan teknik dan peralatan yang murah dan sederhana. Faktor yang perlu diperhatikan dalam rangka keberhasilan kegiatan budidaya antara lain pakan yang memiliki nilai gizi yang tinggi seperti silase ikan dan padat penebaran sehingga ada batas- batas penebaran yang digunakan dalam kegiatan budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup A. franciscana dengan pemberian silase ikan juwi pada berbagai padat tebar. Selain itu penelitian ini juga untuk mengetahui padat tebar yang optimal dengan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup yang terbaik bagi A. franciscana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), berlangsung selama 14 hari dengan 6 macam perlakuan dan 3 ulangan. Nauplius ditebarkan ke dalam media pemeliharaan (salinitas 80 g/l) dengan kepadatan 500, 800, 1100, 1400, 1700 nauplii/liter dengan dosis silase ikan sebanyak 30 mg/l setiap kepadatan. Untuk perlakuan pembanding yang diberi pakan bungkil kelapa dengan dosis 30 mg/l, nauplius ditebarkan dengan kepadatan 500 nauplii/l. Parameter yang diukur meliputi kelangsungan hidup, pertumbuhan, laju pertumbuhan harian, nilai konversi pakan, dan biomassa A. franciscana basah dan kering dilakukan pada akhir penelitian. Pengamatan kualitas air untuk salinitas, temperatur, pH dilakukan setiap hari sedangkan untuk amonia dilakukan setiap tiga hari sekali. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Anova dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan padat tebar 500 nauplii/l menghasilkan kelangsungan hidup 78 % dan pertumbuhan (berat dan panjang) tertinggi yaitu 6,941 mg dan 1,6346 mm, serta nilai laju pertumbuhan yang tinggi yaitu 0,3826 mg/hari. Kepadatan optimal terdapat pada padat tebar 1100 N/l dengan menghasilkan nilai konversi pakan terbaik sebesar 1,127 % dan biomassa tertinggi sebesar 7,7329 g dengan tingkat kelangsungan hidup 62 %.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Whika-Febria-Dewatisari.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Sugiyarto, M.Si
2. Shanti Listyawati, M. Si
Catatan Umum : 5098/2007
Fakultas : Fak. MIPA