×
Latar belakang: Pada pasien geriatri proses bersihan lambung terjadi perlambatan, sehingga berakibat tertundanya pengosongan lambung. Nutrisi memainkan peranan penting dalam meurunkan morbiditas dan mortalitas kematian akibat sepsis.
Tujuan penelitian: mengetahui penurunan skor SOFA pasien sepsis dengan geriatri dan lenght of stay pasien geriatri dengan sepsis yang diberikan terapi nutrisi enteral bolus dan kontinyu.
Metode Penelitian: Penelitian uji klinis eksperimental, dengan sampel penelitian adalah pasien geriatri dengan sepsis yang dirawat di ruang intensif RSUD Dr. Moewardi Surakarta mulai tanggal 1 Juni 2017 – 31 Mei 2018. Besar sampel adalah 32, terbagi menjadi 14 sample diberikan terapi nutrisi enteral secara kontinyu, dan 18 sample diberikan terapi nutrisi secara bolus. Skor SOFA diukur sebelum pemberian nutrisi enteral dan sesudah 3 hari pemberian nutrisi enteral. Lenght of stay diukur saat perawatan diruang intesif di mulai sampai dengan pasien keluar dari ruang intensif tersebut. Analisis statistik menggunakan SPSS 21.For windows, signifikan bila p<0,05.
Hasil penelitian: Penurunan skor SOFA pada pasien geriatri dengan sepsis setelah diberikan nutrisi enteral bolus didapatkan (6,28±3,04 vs 3,72±2,30; p=0,001). Pada pemberian nutrisi enteral kontinyu juga menurunkan skor SOFA (6,07±1,86 vs 3,50±1,74;p=0,001). Akan tetapi tidak ada perbedaan yang bermakna pada penurunan skor SOFA pada perbandingan pemberian kedua nutrisi tersebut. Pada variabel lenght of stay pasien geriatri dengan sepsis dengan perlakuan pemberian nutrisi enteral bolus dan kontinyu tidak didapatkan perbedaan yang bermakna (7,36±2,10 vs 8,33±2,45; p=0,168)
Kesimpulan: tidak terdapat perbedaan penurunan skor SOFA dan lama rawat pasien sepsis yang diberikan nutrisi enteral bolus dibandingkan nutrisi enteral kontinyu.