Penulis Utama : Rosesynta Paramita Dewi
NIM / NIP : D0314065

Dampak aktivitas warga kota selalu mempengaruhi lingkungan didalamnya, salah satunya sungai. Bantaran sungai menjadi permukiman penduduk dengan kondisi terbatasyang melakukan keseharian guna mempertahankan keberadaanya di kota. Penelitian inibertujuan untuk 1) Menjelaskan kondisi sosial kampung kota bantaran Sungai Winongo.2)   Kondisi   fisik   lingkungan   bantaran   Sungai   Winongo   Kota   Yogyakarta.   3)Menggambarkan praktik keseharian warga kampung kota bantaran Sungai Winongo Kota Yogyakarta. Dalam penelitian ini digunakan pemikiran Pierre Bourdieu tentang Teori Modal.   Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan  Deskriptif untuk menghasilkan informasi penggambaran yang mendalam.  Informan yang dipilih merupakan warga kampung kota asli, warga pendatang dan FKWA selaku komunitas Sungai Winongo. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1)Perubahan jumlah penduduk seiring waktu membuat permukiman di kampong bantaran Sungai Winongo semakin memadat. Kebanyakan warga yang datang dan tinggal berasal dari sekitar Kota Yogyakarta yang mencari  peruntungan  di  kota.  Banyak  kegiatan  rutin  di  kampung  dilakukan  secara kolektif digunakan untuk mengikat solidaritas warga. Warga kampong bantaran sungai Winongo dari tahun ke tahun mulai menumbuhkan kesadaran untuk merawat lingkungan tempat dimana mereka tinggal. Warga satu mengingatkan warga lain demi terwujudnya kondisi lingkungan yang bersih dan sehat meskipun tinggal di dekat Sungai Winongo.2)Kondisi fisik kampung dan sungai kian lama terdegradasi khususnya mulai menurun kualitasnya  karena limbah aktivitas manusia.  Warga sangat peka terhadap  perubahansungai dan kampungnya sepuluh hingga lima tahun terakhir. Sampah menjadi masalah dan perlu ada kesadaran warga. 3) Praktik keseharian warga kampung yang tertangkap berupa kegiatan ekonomi sosial yang dominan bergerak dengan usaha mandiri mereka, permukiman di kampung-kampung informal kota dan pendidikan formal yang rendah serta keterampilan  yang mereka punya sebagai hal  yang mampu  menunjukan bahwa warga  bantaran  Sungai  Winongo  adalah  kalangan  menengah  ke  bawah  perkotaan. Aktivitas sehari-hari warga kampung kota ini merupakan bentuk adaptasi yang harus dilakukan untuk menyambung hidup. Gagasan Bourdieu yakni tentang Modal, ditemukan dalam keseharian warga kampung kota guna mempertahankan hidup. Jejaring, hubungan timbal balik, norma dan kepercayaan menguatkan warga kampung kota bantaran dalam beraktivitas dan menyambung hidup.

×
Penulis Utama : Rosesynta Paramita Dewi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0314065
Tahun : 2018
Judul : Praktik Informalitas Warga Kampung Kota di Bantaran Sungai Winongo Kota Yogyakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2018
Program Studi : S-1 Sosiologi
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Jur. Sosiologi-D0314065-2018
Kata Kunci : bantaran sungai
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Akhmad Ramdhon, S.Sos., M.A.
Penguji :
Catatan Umum : lampiran dan Bab IV unpublish
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.