Penulis Utama : Aditya Perdanatika
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S611508001
Tahun : 2018
Judul : Kajian Penambahan Arang Sekam dan Dolomit pada Tanaman Kedelai ( Glicine Max, L. Merrill ) di Tanah Latosol
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2018
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Pertanian / Agronomi-S611508001-2018
Subyek : ARANG SEKAM, DOLOMIT, KEDELAI, TANAH LATOSOL
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.) merupakan salah satu komoditas pangan bergizi tinggi dan sumber protein nabati yang rendah kolesterol. Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di tingkat nasional, khususnya ketersediaan bahan pangan kedelai diperlukan upaya yang sungguh – sungguh untuk meningkatkan produksinya. Limbah pertanian sekam padi merupakan bahan berserat mengandung selulosa, lignin, hemiselulosa dan jika dibakar dapat menghasilkan arang dan silika cukup tinggi, 87 % -
97 % serta mengandung hara N sebesar 1 % dan K sebesar 2 %. Dolomit dapat meningkatkan produksi kedelai karena merupakan sumber kalsium dan magnesium. Tanah Latosol umumnya miskin unsur hara. Tujuan penelitian ini yaitu : 1.) Untuk mendapatkan dosis arang sekam yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. 2.) Untuk mendapatkan dosis dolomit yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. 3.) Untuk mendapatkan pengaruh interaksi antara dosis arang sekam dan dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.

Penelitian ini merupakan penelitian rumah plastik dengan rancangan faktorial (4x3), terdiri atas dua faktor, faktor pertama merupakan  perlakuan dosis arang sekam yang terdiri dari 4 aras dosis : 0 (sebagai kontrol) 3,75 Ton/ha, 7,5 Ton/ha, dan 15 Ton/ha. Faktor kedua yaitu dosis dolomit yang terdiri 3 aras perlakuan : 0 (sebagai kontrol), 250 dan 500 kg/ha.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1.) Perlakuan pemberian dosis arang sekam pada tanaman kedelai di tanah latosol berpengaruh terhadap tinggi tanaman, berat brangkasan segar, umur berbunga, jumlah polong isi, jumlah polong total, berat biji per tanaamn, jumlah bintil akar, pH umur 10 hst dan pH umur 20 hst. Peningkatan hasil terjadi pada dosis 3,75 ton/ha. Dosis arang sekam yang paling optimal adalah 15 ton/ha. 2.) Perlakuan pemberian dosis dolomit pada tanaman kedelai di tanah latosol tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. 3.) Tidak terjadi interaksi terhadap peubah pertumbuhan tanaman kedelai. Pengaruh interaksi dosis arang sekam dan dosis dolomit terjadi pada variabel jumlah polong isi per tanaman, pH tanah saat tanaman berumur 10 hst dan umur 30 hst.
Kata Kunci : Arang Sekam, Dolomit, Kedelai, Tanah Latosol

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. H. Suntoro Wongso Atmojo, M.S.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana