×
ABSTRAK
Salah satu masalah utama dalam perpajakan adalah transfer pricing, karena transfer pricing dalam arti peyoratif merupakan sebuah upaya untuk menghindari beban pajak yang tinggi. Akan tetapi untuk menentukan apakah perusahaan melakukan manipulasi transfer pricing perlu dibandingkan dengan prinsip kewajaran, kelaziman dan juga hubungan istimewa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variabel pajak, tunneling incentive dan debt covenant terhadap manipulasi tranfer pricing. Populasi penelitian ini merupakan perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar pada BEI periode 2014-2016 dengan menggunakan purposive sampling. Didapatan 82 perusahaan dari 432 perusahaan yang akan diteliti menggunakan program SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tunneling incentive berpengaruh terhadap manipulasi transfer pricing. Sementara pajak berpengaruh negatif terhadap manipulasi transfer pricing, dan debt covenant tida berpengaruh terhadap manipulasi transfer pricing.
Kata Kunci: transfer pricing, pajak, tunneling incentive, debt covenant