Penulis Utama : Rudiyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0114057
Tahun : 2018
Judul : Tinjauan Etnolinguistik: Istilah-Istilah dalam Tradisi Bersih Desa Kedhuk Beji di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi
Edisi :
Imprint : Surakarta - FIB - 2018
Kolasi :
Sumber : UNS-FIB Program Studi Sastra Daerah -C0114057 -2018
Subyek : ETNOLINGUISTIK, ISTILAH, KEDHUK BEJI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK 

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan makna leksikal dan makna gramatikal istilah dalam tradisi Kedhuk Beji, 2) mendeskripsikan makna kultural istilah prosesi dan sesaji dalam tradisi Kedhuk Beji dan 3) mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Kedhuk Beji. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan data kebahasan berdasarkan makna lan nilai. Data penelitian ini berupa data verbal dan non verbal, sedangkan sumber data berasal dari informan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipasi dan teknik wawancara dengan dukungan teknik catat, teknik simak, teknik cakap dan teknik rekam. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode distribusional dengan teknik lanjutan yaitu teknik BUL, metode padan untuk mengetahui makna yang didasarkan pada pengetahuan masyarakat setempat dan metode interpretasi.  Dari hasil penelitian ditemukan bahwa 1) makna leksikal yang berbentuk monomorfemis yaitu badheg, dupa, ublik, rokok, bantal, guling, slendhang, gambir, suruh, jadah, rangginan, lempeng, gondhang, encek,tape, peyek, amplop, bumbung, jembul, suri, jungkat, kaca dan makna gramatikal yang berbentuk polimorfemis terdiri dari afiksasi yaitu slametan, nyadran, gunungan, ambengan, gamelan, damen, kuluban, tirakatan, gambyongan, reduplikasi yaitu woh-wohan, komposisi yaitu juru silem, tari kecetan, panggang buceng, gedhang raja, gedhang kluthuk, gedhang sepet, klasa pandan, kembang telon, kembang setaman,  rek jres, takir plonthang, endhog jawa, gugur gunung , kuli kenceng, dan frasa yaitu yaitu kedhuk beji, degan ijo, jenang abang, kendhi alit, ngebor sendhang, gawe gunungan, dan  tapa kungkum ; 2) makna kultural dalam tradisi Kedhuk Beji secara umum memiliki tujuan dan maksud yaitu meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Desa Tawun selalu mendapatkan ketentraman dan keselamatan dalam menjalani dan mengarungi kehidupan, baik individu maupun kelompok; dan 3) nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Kedhuk Beji meliputi (a) nilai spiritual; (b) nilai sosial; (c) nilai estetika dan nilai rekreasi; (d) nilai kepedulian terhadap lingkungan; (e) nilai ekonomi; dan (f) nilai pendidikan. 

Kata kunci: etnolinguistik, istilah, kedhuk beji  

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman depan.pdf
Bab I.pdf
Bab II.pdf
Bab III.pdf
pernyataan.jpg
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Yohanes Suwanto, M.Hum.,
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya