Penulis Utama : Musyawaroh
NIM / NIP : T631108003
×

Konservasi  berkelanjutan  kawasan  cagar  budaya  (KCB)  Kauman  Surakarta  adalah upaya mempertahankan dan mengelola kawasan cagar budaya untuk mempertahankan signifikansi budaya serta makna kultural yang terkandung di dalamnya, dan bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi serta kualitas lingkungan secara berkelanjutan. Konservasi KCB dengan  segala  aktivitas  yang  terjadi  di dalamnya  sangat  penting  dilakukan,  karena  KCB merupakan elemen penting identitas perkotaan yang saat ini eksistensinya terancam banyak dibongkar untuk tujuan komersial. Solo adalah salah satu kota besar yang mengalami hal itu, kawasan kuno hilang berubah menjadi  hotel,  pertokoan dan perkantoran  modern.  Kauman Surakarta diambil sebagai objek penelitian dengan alasan : 1) memiliki potensi warisan budaya santri, batik dan sistem spasial kampung kuno dan masih relatif lestari; 2) telah diidentifikasi sebagai KCB dengan SK Kepala Dinas Tata Ruang Kota No. 646/40/I/2014; 3) potensi warisan budaya dipengaruhi oleh saling keterkaitan antara faktor sosial-budaya-ekonomi-kosmologi- religius; 4) potensi sumber daya heritage di Kauman dijadikan dasar revitalisasi kawasan.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) apa saja potensi warisan budaya yang dimiliki oleh KCB Kauman Surakarta sehingga perlu dikonservasikan; 2) bagaimana  pengaruh  konservasi  potensi  warisan  budaya  pada kondisi  lingkungan  di KCB Kauman  Surakarta;  3) bagaimana  model  konservasi  berkelanjutan  yang  tepat  untuk  KCB Kauman Surakarta. Tujuan penelitian adalah : 1) mengidentifikasi potensi warisan budaya yang dimiliki kawasan Kauman; 2) menemukan pengaruh konservasi potensi warisan budaya pada kondisi   lingkungan   di   KCB   Kauman   Surakarta;   3)   merumuskan   model   konservasi berkelanjutan yang tepat untuk KCB Kauman Surakarta.
Kebaruan dari penelitian ini adalah : 1) membahas tentang konservasi warisan budaya santri, batik dan sistem spasial kampung kuno saling terkait dalam satu kawasan; 2) potensi warisan  budaya  dipengaruhi  oleh  saling  keterkaitan  antara  faktor-faktor  sosial,  budaya, ekonomi, kosmologi dan religius; 3) konservasi berkelanjutan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas lingkungan. Manfaat penelitian ini secara teoretis yaitu mengembangkan teori model konservasi berkelanjutan KCB dengan potensi warisan budaya santri, batik dan sistem spasial kampung kuno. Manfaatnya bagi masyarakat agar masyarakat bisa  mengkonservasikan  kawasannya  secara  mandiri  berkelanjutan  berbasis  potensi  yang dimiliki,  manfaat  praktis  bagi  Pemerintah  Kota  yaitu  mendapatkan  rumusan  konservasi kawasan  berkelanjutan  mendukung  slogan  Solo  the  spirit  of  Java.   Sedangkan  manfaat praktisnya bagi Perguruan Tinggi yaitu sebagai tempat/sarana untuk mengaplikasikan ilmunya.
Keterkaitan penelitian ini dengan ranah Ilmu Lingkungan : 1) merupakan bagian dari sustainable  development goals (SDGs) poin ke 11 kota dan permukiman yang berkelanjutan, khususnya pada poin 11.4 memperkuat upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan alam dunia;  2) merupakan  bagian  dari agenda  21 for culture,  united  cities and  local governments, yaitu pembangunan berkelanjutan membutuhkan kombinasi seperangkat faktor yang saling berhubungan antara budaya, lingkungan, sosial, dan ekonomi; 3) juga merupakan bagian dari ilmu lingkungan asas ke 3, yang menyatakan bahwa materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk sumber daya alam. Dan asas ke 12, yang menyatakan bahwa kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.
Lokasi  penelitian  di Kelurahan  Kauman  Kecamatan  Pasar  Kliwon  Kota  Surakarta. Obyek yang diteliti yaitu fisik dan non fisik kawasan dengan penghuni dan segala aktivitas di dalamnya. Jenis penelitian adalah applied reseach memberikan jawaban praktis pada masalah spesifik, dengan pendekatan kualitatif rasionalistik yang menekankan pada pemaknaan empiri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus tunggal, dengan alasan : 1) agar lebih memahami  kasus tertentu dan memunculkan kisah uniknya; 2) mengembangkan  teori yang sudah ada dan memberikan kontribusi pada ilmu pengetahuan. Data diperoleh dari dokumen, rekaman arsip, wawancara, pengamatan langsung (observasi lapangan), observasi partisipan dan perangkat fisik. Penilaian keabsahan data melalui teknik derajat kepercayaan (credibility) dengan triangulasi,  dan teknik pemeriksaan  keteralihan (transferability)  dengan cara uraian rinci.  Proses analisis  melalui : 1) penjodohan  pola,  dengan membandingkan  temuan kasus dengan pernyataan proposisi teori; 2) analisis antar objek, agar dapat diperoleh temuan dan konklusi antar obyek yang menyeluruh dalam kasus yang diteliti. Hasil analisis digunakan untuk merumuskan model konservasi berkelanjutan untuk KCB Kauman Surakarta.
Potensi warisan budaya yang dimiliki oleh KCB Kauman Surakarta yaitu : 1) warisan budaya santri berawal dari Kauman sebagai kampung abdi dalem mutihan (priyayi muslim yang soleh) dengan warisan fisik berupa rumah abdi dalem ulama dan langgar kuno, serta warisan non-fisik berupa masyarakat  yang masih menjalankan  ajaran Islam dengan taat; 2) warisan budaya batik dengan warisan fisik berupa rumah pengusaha batik, dan warisan non-fisik berupa kegiatan terkait home industry batik yang dikembangkan dari istri abdi dalem ulama diteruskan keturunannya hingga saat ini; 3) Warisan sistem spasial kampung kuno Kauman, terdiri dari sistem spasial makro,  meso, dan mikro  yang terkait  dengan Kerajaan Mataram  Islam  dan permukiman santri abdi dalem ulama.
Pengaruh konservasi potensi warisan budaya pada kondisi fisik lingkungan di KCB Kauman Surakarta adalah : 1) pengaruhnya pada optimalisasi tata guna lahan dan bangunan, yaitu rumah kuno bisa dimanfaatkan untuk kegiatan komersial; 2) pengaruhnya pada ruang terbuka dan ruang terbuka hijau (RTH) yakni kawasan Kauman menjadi gersang dan panas; 3) pengaruhnya pada jaringan jalan dan menejemen lalu lintas yaitu semakin banyak kendaraan yang masuk di Kauman dan menyebabkan lalu lintas serta parkir menjadi semakin semrawut;
4) pengaruhnya pada jaringan pembuangan air limbah yaitu kapasitas air limbah bertambah; 5) pengaruhnya pada pencahayaan dan penghawaan alami kawasan yaitu menyebabkan pencahayaan dan sirkulasi penghawaan alami tidak maksimal; 6) pengaruhnya pada jaringan pembuangan sampah yaitu menyebabkan bertambahnya jumlah sampah baik berupa sampah kain perca batik, sampah usaha kuliner maupun usaha lainnya; 7) pengaruhnya pada teknologi berkelanjutan  yaitu  bertambahnya  kapasitas  kebutuhan  yang harus dilayani  oleh prasarana lingkungan;   8)  beban  fisik  yang  ditanggung   oleh  lingkungan  melebihi  kapasitas  daya dukungnya.
Pengaruh   konservasi   warisan   budaya   pada   kondisi   non-fisik   lingkungan   :   1) pengaruhnya     pada  sosial-budaya,   sebagian  abdi  dalem  ulama  juga  berprofesi  sebagai pengusaha batik (priyayi-pengusaha  yang sholeh) menggambarkan prinsip akherat  kecandak donyane katut; 2) pengaruhnya pada ekonomi, keturunan pengusaha batik melestarikan usaha batik turun-temurun dan saling mendukung  dengan kawasan perdagangan  di sekitarnya;  3) pengaruhnya pada kondisi keterlibatan, pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan kampungnya  dengan menggandeng  mitra dan pemerintah;  4) pengaruhnya  pada kebijakan, Kauman saat ini telah diidentifikasi sebagai KCB oleh DTRK pada tahun 2014; 5) beban non- fisik yang ditanggung oleh lingkungan melebihi kapasitas daya dukungnya.
Konservasi berkelanjutan fisik yang diterapkan pada KCB Kauman Surakarta adalah :
1) Konservasi berkelanjutan optimalisasi tata guna lahan dan bangunan, dengan adaptive re- use,   menambahkan   citra   kuno   pada   fasad   pertokoan   tepi  luar   Kauman,   peningkatan
kemanfaatan dan kenyamanan kegiatan ibadah, memberikan insentif bagi bangunan kuno yang telah  lestari  mandiri,  perbaikan  infrastruktur  kawasan  dan  menjadikan  Kauman  sebagai kampung  wisata;  2)  konservasi  berkelanjutan   RTH,  dengan  penghijauan  efektif  lahan, pemilihan tanaman lokal yang cocok, optimalisasi fungsi ruang terbuka, menggunakan material perkerasan ramah lingkungan; 3) konservasi berkelanjutan jaringan jalan dan pengaturan lalu lintas, dengan optimalisasi fungsi jalan, memberikan penanda (landmark) pada akses masuk kawasan, penyediaan transportasi bukan mesin untuk pencapaian dalam kawasan, kemudahan akses hubungan antar kawasan kuno (path), pemberian identitas batas (edges) antar kampung, pengaturan jalur lalu lintas dan penyediaan area parkir pengunjung; 4) konservasi berkelanjutan jaringan  pembuangan  air limbah,  mengalirkan  air limbah domestik  ke interceptor  PDAM, memisahkan saluran pembuangan air limbah domestik dengan air limbah batik dan saluran drainase, mengolah air limbah batik; 5) konservasi berkelanjutan pencahayaan dan penghawaan alami pada kawasan, adalah dengan optimalisasi sirkulasi penghawaan dan pencahayaan alami;
6) konservasi berkelanjutan jaringan pembuangan sampah, dengan pengelolaan sampah yang bisa di re-use, optimalisasi pemanfaatan jaringan pembuangan sampah yang ada; 7) teknologi berkelanjutan dengan memperbaiki prasarana lingkungan, pengurangan dan penanggulangan polusi, meliputi perbaikan beton penutup saluran drainase di Jl. Wijaya Kusuma, pemeliharaan rutin saluran drainase disekitar Kauman, penataan parkir dan PKL dalam kawasan, mengganti bahan pewarna sintetis dengan bahan pewarna alami dan mengolah limbah.
Konservasi berkelanjutan non-fisik yang diterapkan yaitu : 1) konservasi berkelanjutan sosial-budaya-ekonomi-kosmologi-religius,  dengan   pengelolaan   keberlanjutan   konservasi sistem satelit, pemanfaatan bangunan kuno sesuai syari’at islam, usaha batik turun-temurun dilestarikan dan difasilitasi serta dijadikan pendorong bagi tumbuhnya perekonomian, saling mendukung dengan kawasan perdagangan di sekitarnya, melestarikan kegiatan Garebeg dan Sekaten;  2)  konservasi  berkelanjutan  keterlibatan  dengan  merencanakan  program  secara terpadu,  komunikasi  intensif  dan  koordinasi  antar  stakeholders  terkait,  monitoring  serta evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan; 3) konservasi berkelanjutan kebijakan yaitu dengan pengelolaan program revitalisasi yang telah dilakukan, memberi label BCB pada bangunan  bersejarah,  memberikan  insentif  dan  penghargaan  pada rumah  kuno  yang telah melestarikan bangunan secara mandiri, memberikan bantuan untuk rehabilitasi rumah kuno bersejarah yang rusak.
Model konservasi berkelanjutan KCB Kauman adalah Segitiga Daya-budaya : 1) terbentuk oleh tiga potensi warisan budaya; 2) didukung pemberdayaan masyarakat; 3) diterapkan dengan konservasi berkelanjutan fisik dan non-fisik.
Temuan  hasil penelitian  ini  yaitu  : 1) potensi  warisan  budaya  yang dimiliki  KCB Kauman Surakarta  yaitu santri, batik dan sistem spasial kampung  kuno yang saling terkait dipengaruhi  oleh faktor sosial, budaya,  ekonomi,  kosmologi  dan religius;  2) belum semua potensi warisan budaya dapat dimanfaatkan dengan optimal; 3) belum semua potensi dimanfaatkan dengan baik, sehingga menjadi beban untuk lingkungan; 4) program revitalisasi telah dilakukan, akan tetapi belum terkoordinir dengan baik sehingga kurang bermanfaat bagi lingkungan. Konservasi berkelanjutan fisik yang tepat untuk KCB Kauman adalah : 1) optimalisasi kemanfaatan dengan meningkatkan kualitas serta fasilitas lahan dan bangunan; 2) perbaikan dan penataan sarana dan prasarana lingkungan; 3) pengurangan dan penanggulangan polusi.  Konservasi  berkelanjutan  non-fisik  yang  tepat  untuk  KCB  Kauman  yaitu  :  1) pengelolaan keberlanjutan konservasi dengan sistem satelit; 2) pemanfaatan bangunan kuno sesuai syari’at islam; 3) usaha batik dijadikan pendorong tumbuhnya perekonomian.  Model konservasi KCB untuk Kauman Segitiga Daya-budaya yang terbentuk oleh tiga potensi warisan budaya, didukung pemberdayaan masyarakat serta diterapkan dengan konservasi berkelanjutan fisik dan non-fisik

×
Penulis Utama : Musyawaroh
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T631108003
Tahun : 2018
Judul : Konservasi Berkelanjutan Kawasan Cagar Budaya Kauman Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2018
Program Studi : S-3 Penyuluhan Pembangunan (Pemberdayaan Masyarakat)
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Doktor Ilmu Lingkungan-T631108003-2018
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Nandariyah, M.S.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.