Penulis Utama : FX. Dwi Antara Agung Widada
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.1202028
Tahun : 2004
Judul : Analisis PERT dan CPM untuk pesanan khusus pada cv. batik surya kencana Yogyakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Manajemen-F.1202028-2004
Subyek : ANALISIS PERT DAN CPM
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Masalah yang hendak dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah ; pertama, mengetahui waktu yang diharapkan (expected time) bagi penyelesaian seluruh aktivitas pekerjaan dalam proses produksi proyek pesanan khusus pada CV. Batik Surya Kencana. Kedua, mengetahui aktivitas-aktivitas pekerjaan yang termasuk dalam jalur kritis. Ketiga, mengetahui aktivitas-aktivitas yang dapat ditunda dalam penyelesaian pesanan khusus tersebut. Keempat, mengetahui besarnya biaya pengerjaan pesanan khusus jika dilakukan percepatan. Sehubungan dengan masalah tersebut diajukan hipotesis bahwa dengan menggunakan PERT dan CPM efisiensi proses produksi pada proyek akan dapat ditingkatkan. Sejalan dengan masalah dan hipotesis penelitian, maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan PERT dan CPM yang bertujuan untuk mengetahui berbagai alternatif penyelesaian pesanan khusus. Hasil analisis menunjukan bahwa waktu yang diharapkan (Expected time) bagi penyelesaian seluruh aktivitas pekerjaan tersebut adalah 159,5 jam. Aktivitas-aktivitas pekerjaan yang termasuk dalam jalur kritis adalah A-D-E-F-G-H-I-J-M-N-O-P-Q-R-T-V-Y-a-b-c-i-j. Aktivitas-aktivitas yang dapat ditunda dalam penyelesaian pesanan khusus tersebut B dan C dapat ditunda 3,5 jam, K dan L dapat ditunda 1 jam, S dapat ditunda l 6 jam,U dapat ditunda 12 jam, W dan X dapat ditunda 21 jam, Z dapat ditunda 36 jam, dan d, e f, g, dan h dapat ditunda 125,5 jam. Besarnya biaya pengerjaan pesanan khusus jika dilakukan percepatan, yaitu penyelesaian pesanan khusus dengan percepatan seluruh aktivitas adalah Rp. 875.500,00, percepatan pada jalur kritis adalah Rp. 792.000,00, percepatan pertama pada jalur kritis baru adalah Rp. 795.000,00, dan percepatan kedua pada jalur kritis baru adalah Rp. 800.000,00. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diajukan saran-saran ; Jika diperlukan percepatan, sebaiknya perusahaan memilih program percepatan pada jalur kritis dan jalur kritis baru (percepatan maksimal), tetapi jika tidak didesak oleh waktu sebaiknya menggunakan program normal; dalam proses produksi dengan PERT dan CPM harus ditempakan supervisor guna pengawasan agar proses produksi berjalan sesuai rencana dan kelonggaran waktu (slack) dimanfaatkan dengan baik; percepatan sebaiknya melibatkan secara langsung karyawan serta mempertimbangkan “trade- off” waktu dan biaya; kriteria kualitas dan hasil yang telah disepakati dengan konsumen harus benar-benar disepakati.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
FX. Dwi Antara Agung Widada.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Imam Priyono, SU
2. Drs. Atmaji, MM
Catatan Umum : 2980/2004
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis