Penulis Utama : Ali Rachman
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S561302001
Tahun : 2018
Judul : Perbedaan Pengaruh Penggunaan Ketorolac dengan Metamizole Terhadap Pembentukan Adhesi Peritonium Pasca Laparotomi atas Indikasi Peritonitis
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2018
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran Program Pendidikan Dokter-S561302001-2018
Subyek : ADHESI,METAMIZOL, KETOROLAC, PERITONITIS
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

LatarBelakang: Untuk mencegah atau mengurangi pembentukan adhesi dapat dilakukan dengan menurunkan inflamasi pasca trauma melalui bahan atau obat anti-inflamasi, anti-histamin, anti-koagulan (heparin), anti-oksidan, enzim proteolitik, dan tissue plasminogen activator. (Lee SM, et al, 2008) Di RSUD Dr. Moewardi untuk pemberian analgesik pasca bedah terdapat dua pilihan obat yaitu diberikan Ketorolac atau Metamizole yang keduanya mempunyai efek anti inflamasi,  Apakah ada Perbedaan Pengaruh Penggunaan Ketorolac Dengan Metamizole Terhadap Pembentukan Adhesi Peritonium  Pasca Laparotomi Atas Indikasi Peritonitis. Tujuan :Mengetahui Apakah ada Perbedaan Pengaruh Penggunaan Ketorolac Dengan Metamizole Terhadap Pembentukan Adhesi Peritonium  Pasca Laparotomi Atas Indikasi Peritonitis ? Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Subyek penelitian terdiri dari 20 subyek, dimana10 subyek dilakukan injeksi metamizol intravena dan 10 subyek dilakukan injeksi ketorolac pasca laparotomi atas indikasi peritonitis, dengan menilai tiap subyek dilakukan pemeriksaan USG pada pre operasi dan 10 hari pasca operasi. Semua data yang terkumpul dilakukan uji statistik menggunakan uji statistik fisher exact, uji Wilcoxon, uji Mann Whitney, dan t test independent (α = 0,05) dengan menggunakan SPSS 19.0. Tiap-tiap variabel di evaluasi setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas data. Hasil Ketorolac dan metamizol efektif dalam menurunkan derajat adhesi, dimana dijelaskan bahwa pasien sesudah perlakuan sebagian besar pasien tidak adhesi (>2 cm), dimana 100,0% pada pasien yang diberikan perlakuan metamizol dan 80,0% pada pasien yang diberikan ketorolac. Hasil uji mann whitney didapatkan nilai p=0,146 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan derajat adhesi antara kelompok metamizol dan kelompok ketorolac sesudah perlakuan.  Simpulan : Dari hasil analisis statistik data penelitian efektifitas metamizol lebih baik dibandingkan dengan ketorolac terhadap pencegahan terjadinya adhesi peritoneum pada pemeriksaan USG Abdomen pasca laparotomi atas indikasi peritonitis, Dari uji hipotesis  menunjukan perbedaan yang tidak  signifikan secara statistik (p=0,146).  

Kata Kunci : adhesi,metamizol, ketorolac, peritonitis 

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : Halaman depan.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
pernyataan.jpg
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Raharjo, dr, Sp.B(K)BD
2. Dr. Untung Alfianto, dr,SpBS
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran