Penulis Utama : Ricco Gerdana Sbroong
NIM / NIP : H0813154
×

Abstrak

Potensi perikanan di Indonesia bisa dilihat dari luasnya daratan yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengembangkan budidaya perikanan. Upaya untuk mendorong peningkatan ekonomi perikanan budidaya adalah melalui percepatan industrialisasi   perikanan. Kebijakan industrialisasi, pengelolaan sumber daya perikanan budidaya, pengembangan sistem investasi, sumber daya manusia yang diselenggarakan secara terintegritas berbasis industri guna memicu peningkatan produksi, produktivitas, dan juga nilai tambah. Usahatani budidaya ikan lele di Kampung Lele memiliki produksi yang tinggi membutuhkan faktor produksi yang sesuai. Dalam memenuhi kebutuhan produksi usaha budidaya ikan lele  banyak  mengeluarkan  biaya  yang  tidak  sedikit  guna  memenuhi  faktor produksi seperti saprodi, tenaga kerja, dan sebagainya.
Metode dasar pada penelitian ini adalah deskriptif. Lokasi penelitian yaitu Kampung Lele Desa Tegalrejo Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali karena merupakan sentra budidaya perikanan air tawar komoditas ikan lele yang besar di Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) analisis usahatani untuk mengetahui biaya, penerimaan, dan keuntungan yang diperoleh petani, (2) analisis efisiensi usaha untuk mengetahui usaha tersebut layak dijalankan atau tidak, (3) analisis risiko untuk mengetahui perbandingan risiko yang ditanggung petani dengan keuntungan yang diperoleh, (3) analisis Break Even Point untuk mengetahui titik impas dari usahatani pembesaran ikan lele di Kampung Lele.
Hasil penelitian menunjukkan: rata-rata biaya total usahatani pembesaran ikan lele di Kampung Lele sebesar Rp320.443.742,- per musim. Penerimaan rata- rata usahatani pembesaran ikan lele dalam satu musim sebesar Rp446.106.600,-. Keuntungan rata-rata usahatani pembesaran ikan lele di Kampung Lele sebesar
Rp125.662.858,- per musim. Pada usahatani pembesaran ikan lele di Kampung lele memiliki rasio efisiensi (R/C) sebesar 1,39 yang menunjukkan bahwa usahatani   pembesaran   ikan   lele   efisien   dan   layak   dijalankan   serta   rasio keuntungan (B/C) sebesar 0,39 yang menunjukkan bahwa usahatani pembesaran ikan lele menguntungkan. Nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,769 dan batas bawah keuntungan (L) sebesar Rp-67.594.765,-. Hal tersebut menunjukkan bahwa usaha pembesaran ikan lele dumbo di Kampung Lele berisiko dan berpeluang mengalami kerugian. Break Even Point (BEP) usaha pembesaran ikan lele dumbo di Kampung Lele berdasarkan rupiah adalah sebesar Rp49.015.602,- per musim. Break Even Point (BEP) pada usaha pembesaran ikan lele dumbo di Kampung Lele berdasarkan unit adalah sebanyak 2.592 kilogram per musim.

 

×
Penulis Utama : Ricco Gerdana Sbroong
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0813154
Tahun : 2018
Judul : Analisis Usaha Tani Pembesaran Ikan Lele di Kampung Lele Desa Tegalrejo Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2018
Program Studi : S-1 Agribisnis
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian Jur. Agribisnis-H0813154-2018
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Ir. Heru Irianto, M.M.
2. Susi Wuri Ani, S.P., M.P.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.