Penulis Utama : Atik Badi’ah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T611008009
Tahun : 2018
Judul : Aplikasi Buku Panduan dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Autis pada Promosi Kesehatan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2018
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Master Penyuluhan Pembangunan-T611008009-2018
Subyek : APLIKASI BUKU PANDUAN, STIMULASI, PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, ANAK AUTIS, PROMOSI KESEHATAN
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Indonesia merupakan salah satu anggota Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) memiliki dan ikut melaksanakan komitmen dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Yogyakarta sebagai bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia ikut serta mendukung komitmen pemerintah, dengan melaksanakan program dan kegiatan yang bertujuan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) dijadikan sebagai salah satu pemacu semangat untuk melakukan upaya yang lebih baik dalam penanganan permasalahan yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia, termasuk kelompok anak berkebutuhan khusus untuk dapat hidup layak, aktif dan produktif. Sumber daya manusia yang berkualitas perlu ditingkatkan dimana peran promosi kesehatan sangat penting dan kesehatan merupakan salah satu upaya promotif dan preventif pada bidang kesehatan di Indonesia yang bertujuan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat.

Stimulasi membantu merangsang otak untuk menghasilkan hormon dalam perkembangannya. Walaupun berbeda dengan anak yang normal, anak autis tetap mempunyai hak-hak dasar sebagaimana anak normal. Anak autis perlu bermain, belajar dan bersosialisasi dalam komunitas di lingkungannya. Anak autis memerlukan pengawasan dan perhatian yang lebih besar dari orang tuanya dibanding dengan anak normal lainnya (Ginanjar, 2007).

Di Amerika Serikat saat ini perbandingan antara anak normal dengan anak autis 150:1, di Inggris 100:1, sementara di Indonesia belum ada data tentang anak autis karena belum pernah ada survei resmi.

Pertumbuhan dan perkembangan anak autis baik fisik, emosi, intelektual, maupun psikososial memiliki masalah sehingga berakibat terhambatnya anak mencapai tingkat tumbuh kembang yang sesuai dengan usianya. Faktor internal dan faktor eksternal sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak autis. Faktor internal (genetic) adalah salah satu faktor yang memberikan pengaruh yang besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan fisik anak sangat dipengaruhi oleh gen bawaan orang tuanya. Faktor eksternal (prenatal) sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Jika nutrisi dalam kandungan tercukupi, maka anak akan tumbuh dengan baik. Sebaliknya jika gizi yang diterima sejak di kandungan tidak tercukupi, anak akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya seperti berat badan yang kurang, perkembangan otak terhambat, dan anemia pada saat bayi baru lahir.

Stimulasi yang dilakukan sejak dini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak pada tahap selanjutnya dapat berjalan dengan lebih baik. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak autis merupakan masalah yang banyak dijumpai di masyarakat, sehingga sangat penting apabila semua komponen terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan anak autis yaitu orang tua, guru sekolah berkebutuhan khusus dan masyarakat dapat bekerja sama dalam melakukan stimulasi perumbuhan dan perkembangan anak autis dengan menggunakan pedoman yang mudah, murah tapi akurat.  

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Januari 2014 dengan cara observasi pada 10 guru khusus autis di sekolah autis Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, guru sudah mengajarkan materi pelajaran kepada anak autis sesuai dengan kurikulum pendidikan yaitu mengajarkan mata pelajaran antara lain matematika, bahasa indonesia dan agama teori dan praktik dengan ratio guru dengan siswa 1 guru mengajar 1 anak autis. Guru autis tidak memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak autis serta belum melakukan stimulasi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak autis (perkembangan personal sosial, motorik halus, motorik kasar dan bahasa).      

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor internal, eksternal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak autis (2) menganalisis hubungan status gizi dengan tumbuh kembang anak autis (3) menganalisis pengaruh stimulasi tumbuh kembang terhadap perkembangan sosial, komunikasi/bahasa, motorik halus/minat dan integrasi sensori serta motorik kasar/bakat anak autis (4) merumuskan aplikasi buku panduan dalam stimulasi tumbuh kembang anak autis pada promosi kesehatan. Jenis penelitian adalah research and development dengan design quasi eksperimental. Penelitian dilakukan di 7 sekolah autis Yogyakarta. Jumlah sampel 90 anak autis. Dilakukan pada bulan Januari 2016-April 2016. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda, Odds ratio dan wilcoxon.

Hasil penelitian (1) faktor internal (ras) mempengaruhi Berat Badan (BB) dan faktor internal (genetik) mempengaruhi tumbuh kembang anak autis p<0,05, (2) ada hubungan status gizi dengan tumbuh kembang anak autis p<0,05, (3) ada pengaruh stimulasi pertumbuhan dan perkembangan terhadap perkembangan sosial, komunikasi/bahasa, motorik halus/minat dan integrasi sensori serta motorik kasar/bakat anak autis dengan p<0,05, (4) buku panduan stimulasi tumbuh kembang anak autis dapat diaplikasikan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak autis.

Kesimpulan (1) “Faktor-faktor internal dan eksternal” yang mempengaruhi tumbuh kembang anak autis adalah faktor internal ras mempengaruhi Berat Badan, faktor internal genetik mempengaruhi personal sosial, motorik halus dan sensori integrasi serta bahasa. Ada pengaruh faktor internal (ras) terhadap Berat Badan, faktor genetik terhadap perkembangan personal sosial, motorik halus dan integrasi sensori serta bahasa anak autis. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak autis adalah faktor intranatal mempengaruhi personal sosial, faktor postnatal mempengaruhi bahasa. Berarti ada pengaruh faktor eksternal (intranatal) terhadap perkembangan personal sosial dan postnatal terhadap perkembangan bahasa anak autis, (2) Ada hubungan “status gizi” dengan tumbuh kembang anak autis yaitu status gizi anak pada bulan ke satu, ke dua dan ke tiga dan ke empat sebagian besar dengan status gizi normal. Pada bulan ke empat status gizi sangat kurus sudah ada peningkatan menjadi tidak ada. Status gizi kurus pada bulan ke empat juga mengalami peningkatan. Ada hubungan status gizi dengan tumbuh kembang anak autis dengan nilai p<0,05, (3) Ada pengaruh “stimulasi tumbuh kembang” terhadap perkembangan personal sosial, perkembangan motorik halus dan sensori integrasi, perkembangan motorik kasar dan perkembangan bahasa/komunikasi dengan nilai p<0,05, (4) “Buku panduan stimulasi tumbuh kembang anak autis dalam promosi kesehatan” dapat disarankan sebagai alat atau media untuk melakukan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak autis dalam promosi kesehatan.

Saran : (1) Bagi anak autis, buku panduan stimulasi tumbuh kembang anak autis pada promosi kesehatan dapat diaplikasikan untuk stimulasi tumbuh kembang pada anak autis usia 6-8 tahun di sekolah khusus autis, (2) Bagi keluarga, buku panduan dalam stimulasi tumbuh kembang anak autis pada promosi kesehatan dapat diaplikasikan sebagai pemberdayaan keluarga anak autis usia 6-8 tahun di rumah dan sebagai pedoman keluarga yang memiliki anak autis dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang anak autis, (3) Bagi guru di sekolah berkebutuhan khusus/autis, buku panduan stimulasi tumbuh kembang anak autis pada promosi kesehatan dapat diaplikasikan sebagai pedoman guru di sekolah berkebutuhan khusus atau sekolah khusus autis dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang anak autis di sekolah, (4) Bagi petugas kesehatan di Puskesmas, buku panduan stimulasi tumbuh kembang anak autis pada promosi kesehatan dapat diaplikasikan sebagai replikasi stimulasi tumbuh kembang anak autis dalam promosi kesehatan dan membantu dalam pendampingan orangtua dan keluarga dalam menstimulasi tumbuh kembang anak autis. Puskesmas dan jajarannya dapat menggunakan buku panduan stimulasi anak autis ini sebagai KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) promosi kesehatan di sekolah khusus autis dan keluarga anak autis usia 6-8 tahun.

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : HALAMAN JUDUL.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Lembar Persetujuan Publikasi.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana