Penulis Utama : Sulistini Dwi Putranti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T141008005
Tahun : 2018
Judul : Kajian Terjemahan Bahasa Seksual dalam Novel-Novel Karya Sandra Brown
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2018
Kolasi :
Sumber : UNS - Pascasarjana Prog. Minat Linguistik Penerjemahan - T141008005 - 2018
Subyek : PENERJEMAHAN BAHASA SEKSUAL
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
Disertasi   ini   mengkaji   terjemahan   bahasa   seksual   dari   novel-novel berbahasa  Inggris,  yaitu  novel Ricochetdan Where There  Is Smokekarya Sandra Brown.  Menerjemahkan  novel  asing  berarti  juga  menerjemahkan  budaya  yang kadang tidak selaras dengan budaya Indonesia, salah satunya adegan dan kegiatan seksual  yang  banyak  terdapat  dalam  novel-novel  tersebut.  Karena  beragamnya penerbit   dan   penerjemah,   terjemahan   kegiatan   dan   adegan   seksual   yang dituangkan  dengan  memakai  bahasa  seksual  tersebut  juga  beragam. Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah penerjemahan bahasa seksual  yang mencakup klasifikasi yang muncul dan kualitas terjemahannya.Tujuan  disertasi  ini  adalah:  (1) Menglasifikasi  tipe-tipe  bahasa  seksual yang  muncul  dalam  unit  linguistikkata,  frasa,  klausa,  maupun  kalimat  di  novel-novel   Sandra   Brown.(2) Mendeskripsikan   dan   menjelaskan   teknik-teknik penerjemahan yang diaplikasikan dalam mengalihkan pesan bahasa seksual dalam novel-novel  Sandra  Brown. (3) Menjelaskan  dan  menganalisis  pengaruh  faktor penggunaan  teknik-teknik  penerjemahan  tersebut  terhadap  kualitas  keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan bahasa seksual dalam novel-novel Sandra Brown.(4) Menjabarkan dan menganalisis hubungan klasifikasi dan teknik penerjemahan dan    pengaruhnya    terhadap    nilai    kualitas    keakuratan,    keberterimaan    dan keterbacaan bahasa seksual dalam novel-novel Sandra Brown.Metodologi   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah   deskriptif kualitatif, dengan strategi studi kasus terpancang. Sumber datanya berupa 2 (dua) teks   novel   karya   Sandra   Brown   dan   2   (dua)   terjemahannya   dalam   bahasa Indonesia. Data yang dihimpun adalah bahasa seksual yang terdapat dalam novel-novel  tersebut  yang  berupa  kata,  frasa,  klausa,  dan  kalimat.  3  (tiga)  orang  rater diminta untuk memberi penilaian terhadap kualitas terjemahannya,  yang  meliputi kualitas keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan. Hasil penilaian dari para rater ini dijadikan sebagai alat untuk menganalisis datanya.Setelah  dilakukan  analisis  yang  mendalam,  ditemukan  bahwa  bahasa seksual  yang  terdapat  di  dalam  novel  tersebut dapat  diklasifikasikan  ke  dalam  5 (lima)   kategori:   aktivitas   seksual,   persetubuhan,   orgasme,   organ   seksual perempuan,  dan  organ  seksual  laki-laki.  Klasifikasi  tersebut  diikuti  oleh  sub klasifikasinya  yakni  sub  klasifikasi  suara,  ciuman,  sentuhan  dan  belaian  untuk klasifikasi   aktivitas   seksual,   sub   klasifikasi   suara,   persetubuhan   oral   dan persetubuhan  genital  untuk  klasifikasi  persetubuhan,  sub  klasifikasi  orgasme perempuan  dan  orgasme  laki-laki  untuk  klasifikasi  orgasme,  dan  sub  klasifikasi kepala,  tubuh  dan  alat  vital  untuk  klasifikasi  organ  seksual  perempuan  dan  laki-
ixlaki.  Analisis  sub  klasifikasi  tersebut  dilakukan  pada  tataran  unit  linguistik terkecil  yakni  mulai  dari  unit  linguistik  kata,  frasa,  klausa  dan  kalimat,  sehingga hasil kajian lebih tajam dan mendalam. Penggunaan  teknik  penerjemahan  menunjukkan  dominasi  teknik padanan lazimpada hampir semua unit linguistik. Teknik delesidiaplikasikan lebih banyak oleh  penerjemah  wanita  dibanding  penerjemah  pria  dan  dominan  pada  unit linguistik kata dan frasa terutama yang berkaitan dengan klasifikasi organ seksual. Penerapan  teknik  ini  mengakibatkan  kualitas  terjemahan  yang  tidak  dan/atau kurang  akurat,  karena  pesan  dan  makna  tidak  dapat  disampaikan  secara  utuh dalam   bahasa   sasarannya.   Unit   linguistik   klausadan   kalimat   didominasi penggunaan  teknik padanan  lazimdan generalisasi,  sehingga  pesan  dan  makna tersampaikan secara lebih akurat.Hasil  analisis  komprehensif  menunjukkan  bahwa  kedua  penerjemah  telah menghasilkan terjemahan bahasa seksual yang bagus danlayak untuk dikonsumsi masyarakat   luas   dan   tidak   bertentangan   dengan   Undang-undang   Pornografi. Penerjemah  menerapkan  „self   censorship?  dalam  menyikapi  bahasa  yang „dianggap? terlalu vulgar. Sensor diri tersebut dituangkan dalam penerapan teknik penerjemahan    yang   cenderung   menggeneralisasi,   mereduksi,   atau   bahkan menghilangkan   unit   terjemahannya.   Penerjemah   tidak   banyak   menggunakan teknik  eufemismeyang  sebenarnya  merupakan  alternatif  yang  jauh  lebih  baik dibanding  reduksi  atau  delesi.  Penggunaan  eufemisme  yang  diaplikasikan  dalam terjemahan tersebut menghasilkan kata-kata  atau  frasa  yang mempunyai konotasi seksual  yang  setara  dengan  yang  ada  dalam  Tsu  namun  menjadi  tidak  vulgar, contohnya  pemakaian  kata  kelelakian  atau  kejantanan  sebagai  padanan  dari „penis?.
Kata Kunci:  penerjemahan  bahasa  seksual,  klasifikasi  bahasa  seksual,  teknik penerjemahan, kualitas terjemahan, keakuratan, keberterimaan, keterbacaan.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman depan.pdf
Bab_1.pdf
Bab_2.pdf
Bab_3.pdf
Bab_4.pdf
Bab_5.pdf
Surat pernyataan persetujuan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. M.R. Nababan, M.Ed., M.A., Ph.D.
2. Prof. Dr. Sri Samijati Tarjana
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana