Penulis Utama : Lucas Juan Asher Panggabean
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : E0014238
Tahun : 2018
Judul : Analisis Yuridis Penetapan Tersangka Oleh Hakim Pra Peradilan (Tinjauan Yuridis Perkara Mantan Wakil Presiden Boediono NOMOR 24/PID.PRA/2018/JKT.SEL)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak Hukum - 2018
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak Hukum-Prodi Ilmu Hukum-E0014238-2018
Subyek : ANALISIS YURIDIS
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian penetapan tersangka oleh hakim Pra Peradilan dengan kewenangan Pra Peradilan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif bersifat preskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, dengan teknik analisis bahan hukum menggunakan metode silogisme dan interpretasi dengan menggunakan pola berpikir deduktif. Penulis tertarik untuk meneliti sebuah perkara mantan Wakil Presiden Boediono dengan Termohon Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemohon Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Penetapan Tersangka oleh Hakim Pra Peradilan dinilai tidak sesuai dengan kewenangan  Pra  Peradilan  dan  dipandang  telah  melaksanakan  yuridiksi  yang melewati  batas  kewenangan  yang  dimiliki  Pra  Peradilan.  Hakim  tunggal  dalam perkara Pra Peradilan Nomor 24/Pid.Pra/2018/JKT.SEL menjatuhkan putusan memerintahkan termohon untuk melakukan proses hukum selanjutnya, sesuai dengan ketentuan  hukum  dan  peraturan  perundang-undangan  yang  berlaku  atas  dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan, dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan. Sebagaimana  tertuang  dalam  surat  dakwaan  atas  kejaksaan  untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan dalam proses persidangan di  Pengadilan Tipikor Jakarta  Pusat.  Putusan itu  tidak  biasa  karena perintah untuk menetapkan tersangka tidak termasuk kompetensi Pra Peradilan yang selama ini berlaku dan dipandang melampaui wewenang karena penetapan tersangka merupakan wewenang penyidik setelah terpenuhinya minimum alat bukti, serta perbuatan yang dilakukan dan delik yang dipersangkakan telah sesuai.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Cover.pdf
Bab I.pdf
Bab II.pdf
Bab III.pdf
Bab IV.pdf
Surat Pernyataan.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Edy Herdyanto S.H.,M.H.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Hukum