Penulis Utama : Ardi Pratama
NIM / NIP : I0513009
×

ABSTRAK

Biphenyl merupakan komoditas yang digunakan pada banyak industri. Kegunaan biphenyl antara lain untuk sintesa organik, fluida pemindah panas, pembawa zat warna, pengawet makanan, bahan intermediet polychlorinated biphenyls (PCB), dan sebagai penghambat jamur dalam proses pengemasan buah. Biphenyl disintesis dengan proses dehidrogenasi benzena.
Reaksi pembuatan biphenyl berlangsung dalam fase gas di dalam reaktor alir pipa di dalam furnace. Reaksi berlangsung dengan kondisi non-adiabatic dan non-isothermal tanpa katalis pada suhu 700oC-800oC dan tekanan 1,5 atm. Reaksitersebut endotermis dengan pemanasan langsung dalam furnace. Konversi benzena sebesar 15% per pass. Produk reaktor kemudian dimurnikan dalam kondenser parsial dan menara distilasi sehingga diperoleh Biphenyl dengan kemurnian 99,8%. Pada prarancangan ini, Pabrik Biphenyl dirancang dengan kapasitas 10.000 ton/tahun. Bahan baku yang dibutuhkan adalah benzena dengan kemurnian 98,5% sebanyak 12.767,36 ton/tahun (1,28 ton/ton produk). Pabrik ini direncanakan akan didirikan di kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah pada tahun 2021, dan beroperasi pada tahun 2022. Pabrik ini direncanakan memiliki unit pendukung proses terdiri atas unit pengadaan air laut sebesar 182,72 m3/ton produk, unit pengadaan udara tekan sebanyak 79,20 m3/ton produk dan unit pengadaan listrik sebanyak 96,06 kW/ton produk. Pabrik dirancang memiliki tiga laboratorium, yaitu laboratorium fisik, laboratorium analitik, serta laboratorium penelitian dan pengembangan.
Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 132 orang yang terdiri dari 63 orang karyawan shift dan 69 orang karyawan non-shift.
Berdasarkan harga jual Biphenyl Rp 33.407.500,-/ton, harga bahan baku Benzena Rp 12.897.125,-/ton, diperoleh parameter analisa ekonomi sebagai berikut: Percent Return on Investment (ROI) sebelum pajak 47,57% dan setelah pajak 38,06%; Pay Out Time (POT) sebelum pajak 1,80 tahun dan setelah pajak 2,17 tahun; Break Even Point (BEP) 44,47%; Shut Down Point (SDP) 30,46% dan Discounted Cash Flow (DCF) 35,65%. Bedasarkan parameter hasil analisa ekonomi tersebut, disimpulkan bahwa pabrik Biphenyl dengan kapasitas 10.000 ton/tahun layak didirikan.

×
Penulis Utama : Ardi Pratama
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0513009
Tahun : 2018
Judul : Prarancangan Pabrik Biphenyl dari Benzena dengan Proses Direct Dehydrocondensation Kapasitas 10.000 Ton/Tahun
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2018
Program Studi : S-1 Teknik Kimia
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik-Prod Teknik Kimia-I0513009-2018
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Fadilah, S.T., M.T.
2. Dr. Ari Diana Susanti, S.T., M.T.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.