Penulis Utama : Baiq Yulia Kurnia Wahidah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S111508023
Tahun : 2017
Judul : Alih Kode Dalam Berinteraksi Di Lingkungan Pondok Pesantren Ulil Albaab ( Kajian Sosiolinguistik )
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2017
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana-Prodi Magister Linguistik Deskriptif-S111508023-2017
Subyek : ALIH KODE
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan penggunaan alih kode pada empat ranah serta jenis-jenis alih kode yang dipergunakan di lingkungan pondok pesantren Ulil Albaab. Penelitian ini juga membahas mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode pada saat berinteraksi di lingkungan pondok pesantren   Ulil   Albaab.   Penyediaan   data   dalam   penelitian   ini   merupakan   data kebahasaan yaitu dari rekaman yang berbentuk visual maupun audio visual, dengan menggunakan metode sadap dan simak. Sumber datanya berupa sumber data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil rekaman visual maupun audio visual dari peristiwa interaksi  berkomunikasi  dan  untuk  data  sekunder  berupa  data  dari  hasil  review penelitian sebelumnya.

Analisis data berupa tuturan-tuturan yang mengandung tiga jenis alih kode yaitu metaphorical, conversational, dan situational. Dengan demikian, data yang berupa tuturan-tuturan yang berupa tiga jenis alih kode tersebut sebagai penanda adanya penggunaan  alih  kode.  Objek  dari  penelitian  ini  adalah peristiwa berinteraksi  yang mengandung jenis alih kode serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode.

Adapun  hasil  dari  penelitian  ini  adalah  penggunaan  alih  kode  yang  paling banyak ditemukan pada ranah pertemanan yaitu 135 atau 40,66 %. Jenis alih kode yang ditemukan adalah metaphorical, conversational, dan situational. Jenis yang paling banyak dipergunakan pada semua ranah adalah conversational yaitu 96 atau 28,91 %. Faktor  yang  menyebabkan  terjadinya  alih  kode  adalah  adanya  perubahan  topik, kehadiran orang ke tiga, pengulangan kata-kata pada kalimat tunggal, perubahan variasi dialek, sesuai dengan situasi. Dari empat ranah tersebut masing-masing menggunakan variasi bahasa, bahasa yang paling dominan digunakan adalah bahasa Sasak yaitu 82 atau 24,69 % pada jenis alih kode situational. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pada proses interaksi penggunaan jenis  alih kode pada masing-masing ranah disesuaikan dengan variasi bahasa oleh penutur sehingga interaksi berjalan dengan baik

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Surat Pernyataan.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Djatmika, M.A
2. Dr. Sri Marmanto, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana