Penulis Utama : Renny Widayati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.3300201
Tahun : 2003
Judul : Evaluasi penentuan harga pokok produksi PT. Perkebunan Nusantara IX (PERSERO) Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Prog. D III Akuntansi-F.3300201-2003
Subyek : PRODUKSI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAKSI Masalah utama perusahaan profit adalah perolehan laba. Laba dapat diperoleh dari penjualan produk. Dalam penjualan produk diperlukan penentuan harga jual produk terlebih dahulu. Harga jual produk diperoleh dari harga pokok produksi ditambah dengan laba yang diinginkan perusahaan. Pengumpulan harga pokok produksi ditentukan oleh proses produksi perusahaan. Akuntansi biaya menawarkan dua metoda penentuan harga pokok produksi. Untuk produksi atas dasar pesanan digunakan metoda harga pokok pesanan (job order costing). Untuk produksi massa digunakan metoda proses (proses costing). Penulis memilih PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) karena merupakan perusahaan BUMN milik pemerintah, yang mempunyai peran penting dalam peredaran gula di masyarakat. Apalagi gula merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok, maka penentuan harga pokok produksi gula sangat berpengaruh pada masyarakat. Penulis dalam penelitian ini hendak mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini. 1. Apakah penggunaan metoda pengumpulan harga pokok produksi oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) sudah sesuai dengan kinerja perusahaan? 2. Apakah PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) dalam penentuan harga pokok produksi memperhatikan penggolongan biaya dan pemisahan biaya antar departemen? PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) bukan menggunakan metoda harga pokok pesanan melainkan metoda proses dalam menentukan harga pokok produksi, walaupun dalam berproduksi terjadi idle time. Idle time pada PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) terjadi karena adanya kekurangan bahan baku, sehingga tidak berproduksi bukan karena tidak adanya pesanan. PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) belum memisahkan antara biaya produksi dan biaya non-produksi. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya produksi karena dibebani oleh biaya operasional, akibat lain adalah turunnya laba kotor produksi gula. PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) juga belum memisahkan antara biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Penulis menyarankan kepada PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) dalam penentuan harga pokok produksi memperhatikan penerapan metoda yang sesuai dan penggolongan biaya, sehingga pihak manajemen perusahaan dapat melakukan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian usaha lebih baik.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
renny.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Falikhatun, M.Si.,Ak.
Catatan Umum : 4575/2003
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis