Penulis Utama : Hilmi Mahendra
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0312042
Tahun : 2017
Judul : Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Komunitas Lokal di Candirejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIPOL - 2017
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP, Prog. Studi Sosiologi - D0312042-2017
Subyek : PENGELOLAAN, DESA WISATA, KOMUNITAS LOKAL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :


ABSTRAK


Desa Candirejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang adalah Desa Wisata pertama di Kabupaten Magelang. Terletak sekitar 3 km dari Candi Borobudur dengan potensi wisata seperti; Wisata Alam, Kesenian Tradisional, Agro dan daya tarik unggulannya adalah Watu Kendil yang berada di Bukit Menoreh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Desa Wisata yang berbasis Komunitas Lokal di Candirejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Peran dari kemitraan yang bekerjasama dengan Koperasi Desa Wisata Candirejo. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui praktik, dampak, kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengelola desa wisata serta hasil yang dicapai selama mengelola desa wisata tersebut.Teori yang digunakan adalah teori Praktik Sosial dari Pierre Bourdieu.Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, data diambil dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk menjamin validitas data digunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis data yang digunakan adalah model interaktif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa bermula dari habitus masyarakat Candirejo melalui   diakletis   yang   diinternalisasikan   kemudian   membentuk   struktur   sosial
didalamnya,  sehingga  membentuk  Komunitas  Lokal  untuk  pengelolaan  Desa  Wisata
Candirejo. Habitus tidak akan berjalan jika tidak memiliki modal. Baik modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolik. Modal ekonomi meliputi potensi alam
Pegunungan Menoreh, Watu Kendil, Banyu Asin, Taman Bambu, serta potensi budaya
meliputi wayangan, jathilan, gamelan, kerajinan pandan dan bambu. Modal sosial yang dimiliki adalah jaringan dengan pihak luar yang secara kolektif dapat memajukan pengelolaan  melalui  kerjasama  dengan  pemerintah,  maupun  instansi  terkait.  Modal budaya adalah keramahtamahan masyarakat dalam mengayomi wisatawan. Aktivitas masyarakat dalam bercocok tanam merupakan budaya yang khas dari orang Jawa dan tata krama saling menghormati juga terlihat dalam pola kehidupan masyarakat Candirejo. Modal simbolik berupa status dan gelar. Status yang dimiliki pengurus Koperasi Desa Wisata Candirejo dan Kantor Pemerintah Desa dapat mendorong motivasi warga dalam menjaga lingkungan, kebersihan, serta kerapian Desa Wisata Candirejo. Petunjuk jalanmenuju Desa Wisata dan Gapura Selamat datang juga merupakan simbol keberadaan Desa Wisata Candirejo.
Ranah dalam mengaplikasikan pengelolaan Desa Wisata adalah semua yang berada di Desa Wisata Candirejo. Masyarakat dapat mempraktikan habitus dan modal
yang dimiliki dalam ranah Desa Wisata. Praktik pengelolaan Desa Wisata yang sistematis ditunjukan Koperasi Desa Wisata Candirejo. Semua akses dan administrasi Wisatawan

 

yang datang ke Desa Wisata dikelola oleh Koperasi Desa Wisata Candirejo, sehingga koordinasi dengan kelompok pelaku wisataberjalan secara baik dan teratur. Kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik terutama disektor ekonomi.
Key words: Pengelolaan, Desa Wisata, Komunitas Lokal

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lembar Persetujuan Publikasi_1.pdf
HALAMAN.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Argyo Demartoto, M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP