Penulis Utama : Aprilla Paskarika Kuswara
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M0513009
Tahun : 2018
Judul : Analisis Perbandingan Metode Saw dan Topsis pada Pemilihan Open Source LMS Berdasarkan Faktor Kualitas Perangkat Lunak
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. MIPA - 2018
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. MIPA Jur. Informatika-M0513009-2017
Subyek : LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS), SAW, TOPSIS, KORELASI PEARSON, KORELASI SPEARMAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Sebagian  implementasi  Learning  Management  System  (LMS)  untuk  e- learning mengalami kegagalan yang disebabkan pemilihan platform LMS yang tidak tepat oleh pemangku kepentingan. LMS sebagai perangkat lunak memiliki faktor kualitas seperti perangkat lunak lainnya. Permasalahannya, tidak semua pemangku kepentingan mengetahui mengenai pentingnya faktor kualitas sebagai parameter pemilihan platform LMS  yang sesuai. Hal ini mendorong perlunya aplikasi untuk memilih LMS dengan faktor kualitas perangkat lunak sebagai parameter pemilihannya. Pada penelitian pemilihan LMS dilakukan dengan menerapkan metode SAW dan TOPSIS. Sebagai metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang banyak digunakan, SAW dan TOPSIS diharapkan memberikan hasil keputusan yang konsisten. Sehingga pada penelitian ini dilakukan perbandingan metode SAW dan TOPSIS pada pemilihan LMS dengan analisis korelasi.

Pada penelitian digunakan Top 8 Open Source LMS, antara lain : ATutor, Chamilo, Dokeos, eFront, FormaLMS, ILIAS, Moodle dan Opigno yang dipilih dengan parameter delapan Faktor Kualitas ISO/IEC 25010. Langkah awal adalah mengumpulkan kode sumber Open Source LMS untuk selanjutnya diukur faktor kualitasnya dengan menggunakan PhpMetrics tools. Selanjutnya dilakukan pemilihan   menggunakan   metode   SAW   dan   TOPSIS   dengan   menerapkan perubahan bobot kriteria. Hasil keputusan metode SAW dan TOPSIS dianalisis dengan Korelasi Pearson  dan Korelasi Spearman untuk membandingkan kedua metode tersebut. Hasil pemilihan menunjukkan ILIAS menduduki peringkat pertama dan FormaLMS menduduki peringkat kedua. Sedangkan hasil analisis perbandingan menunjukkan bahwa Koefisien Korelasi Pearson adalah 0.90107 dan Koefisien Korelasi Spearman adalah 0,82440. Nilai koefisien tersebut menujukkan adanya hubungan yang erat antara metode SAW dan TOPSIS, yang berarti hasil keputusan kedua metode tersebut setara dan konsisten.

Kata Kunci : Learning Management System (LMS), SAW, TOPSIS,   Korelasi
Pearson, Korelasi Spearman

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Rini Anggrainingsih S.T., M.T.
2. Denis Eka Cahyani S.Kom., M.Kom.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. MIPA