Penulis Utama : Adi Wiyoto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.1398001
Tahun : 2003
Judul : Pengukuran kinerja bagian pemasaran dengan konsep Balanced Scorecard pada PT Danliris Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F.Ekonomi - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS - F.Ekonomi - F.1398001 - 2003
Subyek : PENGUKURAN KINERJA BAGIAN PEMASARAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Dalam perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif tantangan yang dihadapi oleh organisasi yang berorientasi pada laba maupun non-laba menjadi semakin kompleks. Tantangan perusahaan tidak hanya berasal dari dalam perusahaan tetapi juga berasal dari luar perusahaan. Bagian pemasaran perusahaan sebagai suatu bagian yang berperan penting dalam strategi bisnis perusahaan memerlukan suatu ukuran kinerja untuk mendapatkan hasil yang terbaik bagi perusahaan. Manfaat pengukuran kinerja antara lain digunakan sebagai dasar penyusunan sistem imbalan dari suatu organisasi. Sistem pengukuran kinerja bagian pemasaran saat ini yang masih menggunakan sistem pengukuran tradisional, hanya mengukur kinerja berdasarkan aspek keuangan. Kinerja keuangan mempunyai kelemahan antara lain tidak mampu secara menyeluruh mendorong perusahaan ke arah yang lebih baik. Aspek keuangan yang dikembangkan seharusnya dengan mengikutsertakan penilaian atas aktiva tidak berwujud dan aktiva intelektual perusahaan, seperti produk dan jasa yang bermutu tinggi, pekerja yang memiliki motivasi dan kemampuan yang tinggi, proses internal yang responsif dan pelanggan yang loyal. Balanced scorecard merupakan alternatif pemilihan pengukuran kinerja perusahaan khususnya bagian pemasaran. Konsep balanced scorecard diperkenalkan oleh seorang guru besar akuntansi di Harvard Business yaitu Robert S. Kaplan. Balanced Scorecard memiliki keistimewaan dalam mengukur kinerja perusahaan karena tidak hanya mempertimbangkan aspek keuangan tetapi juga aspek non-keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem pengukuran kinerja bagian pemasaran PT Danliris Surakarta dengan menggunakan konsep balanced scorecard akan tampak baik dengan menyeimbangkan aspek keuangan dan non-keuangan. PT Danliris merupakan industri tekstil yang berlokasi di desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Produk yang dihasilkan PT Danliris adalah produk tekstil dan pakaian jadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat studi kasus pada satu perusahaan yaitu PT Danliris Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan pihak manajemen, observasi dan studi kepustakaan. Analisis dilaksanakan secara deskriptif dengan menganalisa data-data yang diperoleh berdasarkan keempat perspektif yang ada dalam balanced scorecard yaitu aspek keuangan, aspek pelanggan, aspek proses internal bisnis, dan aspek pembelajaran dan pertumbuhan. Berdasarkan analisis yang dilaksanakan pada bagian pemasaran PT Danliris Surakarta dapat disimpulkan bahwa bagian pemasaran PT Danliris Surakarta dalam mengukur kinerja bisnisnya sudah melaksanakan konsep balanced scorecard tetapi belum sempurna. Hal ini disebabkan dalam penerapannya tidak dilaksanakan secara seimbang. Aspek keuangan diberi poin yang besar, akan tetapi aspek pelanggan yang seharusnya mendapat poin yang besar kurang diperhatikan oleh bagian pemasaran PT Danliris Surakarta. Penurunan kinerja tidak dapat dilihat dari kondisi perusahaan saja karena kita ketahui bersama krisis yang terjadi di Indonesia sangat besar pengaruhnya bagi kelangsungan usaha perusahaan karena PT Danliris berorientasi pada ekspor barang. Perspektif keuangan dan pelanggan pada PT Danliris perusahaan sudah cukup baik akan tetapi proses internal dan pembelajaran dan pertumbuhan kurang. Pelatihan pada karyawan akan menaikkan kinerja pada proses internal bisnis sehingga produk yang dihasilkan akan mempunyai nilai tambah. Kualitas produk yang baik akan dicari pelanggan dan akan menaikkan pertumbuhan pendapatan yang pada akhirnya kinerja keuangan dapat tercapai. Dari kesimpulan di atas dapat diberi saran sebagai berikut : dalam mengelola kinerja bagian pemasaran PT Danliris Surakarta, seharusnya tidak mempertimbangkan salah satu aspek saja tetapi keseimbangan dari aspek non keuangan dan aspek keuangan. Aspek pelanggan yang menjadi salah satu poin dalam balanced scorecard dilaksanakan dengan cara mendorong pelanggan baru untuk dapat masuk dalam daftar perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara promosi dan advertising. Menjual produk pakaian jadi ke pasar lokal menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan. Pemahaman tentang visi, misi, strategi dan tujuan perusahaan lebih ditingkatkan agar tujuan jangka panjang perusahaan dapat tercapai pada berbagai level perusahaan.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Pengukuran kinerja bagian pemasaran dengan konsep Balanced Scorecard pada PT Danliris Surakarta.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Subekti Djamaluddin, Msi, Ak
Catatan Umum : 4588/2003
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis