Penulis Utama : Peter Darmaatmaja Setiabudi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0013187
Tahun : 2016
Judul : Efek Antifungi Ekstrak Etanol Daun Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] LAMK) terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara In Vitro
Edisi :
Imprint : surakarta - F. Kedokteran - 2016
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran, Prog. Studi Kedokteran - G0013187-2016
Subyek : CANDIDA ALBICANS, EKSTRAK ETANOL DAUN RUMPUT MUTIARA, ANTIFUNGI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :


ABSTRAK

Latar Belakang: Beberapa penelitian menunjukkan terdapat resistensi obat antifungi golongan azol dan polien terhadap Candida albicans. Penggunaan obat herbal menjadi pilihan alternatif yang dipilih oleh masyarakat karena memiliki efek samping minimal, serta harganya relatif murah. Salah satu tanaman obat yang diduga dapat digunakan untuk pengobatan Candida albicans adalah daun rumput mutiara (Hedyotis Corymbosa [L.] Lamk). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya efek antifungi ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro.

Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat eksperimental kuasi laboratorik dengan rancangan penelitian post test only controlled group design yang dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah biakan Candida albicans. Variabel yang diukur adalah konsentrasi ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk) 20 mg/ml, 25 mg/ml, 30 mg/ml, 35 mg/ml, dan
40 mg/ml, serta diameter zona hambatan Candida albicans yang terbentuk pada media Sabouraud Dextrose Agar. Data diambil setelah cawan petri diinkubasi pada suhu 370C selama 48 jam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney.

Hasil Penelitian: Terbentuk zona hambatan Candida albicans dengan pemberian konsentrasi ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L] Lamk)
25 mg/ml, sementara pada pemberian konsentrasi 20 mg/ml, 30 mg/ml, 35 mg/ml, dan 40 mg/ml tidak terbentuk zona hambatan. Uji Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan terhadap pertumbuhan Candida albicans (p < 0> 0,05).

Simpulan: Ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L] Lamk)
tidak mempunyai efek antifungi terhadap pertumbuhan Candida albicans.


Kata Kunci: Candida albicans, ekstrak etanol daun rumput mutiara, antifungi

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lembar Persetujuan Publikasi_1.pdf
HALAMAN.pdf
BAB (1).pdf
BAB (2).pdf
BAB (3).pdf
BAB (4).pdf
BAB (5).pdf
BAB (6).pdf
BAB (7).pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Yulia Sari, S.Si, M.Si
2. Sigit Setyawan, dr., M.Sc,
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran