Penulis Utama : Khanszarizennia Madany Agri
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0013130
Tahun : 2017
Judul : Hubungan ntara Asupan Protein dengan Status Gizi Stunting pada Balita
Edisi :
Imprint : surakarta - F. Kedokteran - 2017
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran, Prog. Studi Kedokteran - G0013130-2016
Subyek : ASUPAN PROTEIN, STATUS GIZI, STUNTING
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :


ABSTRAK


Latar Belakang: Masalah gizi masih menjadi suatu permasalahan yang mendapat perhatian khusus pada negara berkembang seperti Indonesia, salah satunya adalah stunting.  Stunting  adalah  suatu  gangguan  yang  mencerminkan  kegagalan pertumbuhan linier, yang terjadi akibat kondisi kekurangan gizi yang bersifat kronis maupun penyakit kronis. Tinggi badan menurut umur merefleksikan pertumbuhan linier seorang anak. Status gizi pendek pada anak menandakan kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama (kronis). Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan secara langsung adalah asupan protein (zat gizi makro). Di Indonesia, standar konsumsi protein masyarakat masih berada dibawah standar kecukupan protein Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan  antara asupan protein dengan status gizi stunting pada balita.

Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah balita usia 12-23 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sibela Surakarta. Sampel diambil dengan purposive sampling sejumlah 93 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Observasi dilakukan dengan mewawancarai responden mengenai konsumsi makanan selama sehari dengan kuisioner FFQ semi-kuantitatif food record. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji Chi-Square dan nilai ?=0,05 sebagai derajat kemaknaan yang digunakan.

Hasil:  Data distribusi  balita berdasarkan  jenis  kelamin  menunjukkan  terdapat  49 balita laki-laki dan 44 balita perempuan. Data distribusi balita berdasarkan umur menunjukkan jumlah balita terbanyak terdapat pada usia 20 bulan. Data distribusi balita berdasarkan status gizi TB/U menunjukkan persentase balita dengan status gizi pendek   sebesar   29.0%.   Data   distribusi   balita   berdasarkan   asupan   protein menunjukkan terdapat 31,2?lita dengan asupan protein kurang. Hasil uji Chi- Square menunjukkan terdapat korelasi bermakna dengan p = 0,000 (p<0>

Simpulan: Terdapat hubungan asupan protein dengan status gizi stunting pada balita.

Kata Kunci: asupan protein, status gizi, stunting


ABSTRAK


Latar Belakang: Masalah gizi masih menjadi suatu permasalahan yang mendapat perhatian khusus pada negara berkembang seperti Indonesia, salah satunya adalah stunting.  Stunting  adalah  suatu  gangguan  yang  mencerminkan  kegagalan pertumbuhan linier, yang terjadi akibat kondisi kekurangan gizi yang bersifat kronis maupun penyakit kronis. Tinggi badan menurut umur merefleksikan pertumbuhan linier seorang anak. Status gizi pendek pada anak menandakan kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama (kronis). Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan secara langsung adalah asupan protein (zat gizi makro). Di Indonesia, standar konsumsi protein masyarakat masih berada dibawah standar kecukupan protein Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan  antara asupan protein dengan status gizi stunting pada balita.

Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah balita usia 12-23 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sibela Surakarta. Sampel diambil dengan purposive sampling sejumlah 93 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Observasi dilakukan dengan mewawancarai responden mengenai konsumsi makanan selama sehari dengan kuisioner FFQ semi-kuantitatif food record. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji Chi-Square dan nilai ?=0,05 sebagai derajat kemaknaan yang digunakan.

Hasil:  Data distribusi  balita berdasarkan  jenis  kelamin  menunjukkan  terdapat  49 balita laki-laki dan 44 balita perempuan. Data distribusi balita berdasarkan umur menunjukkan jumlah balita terbanyak terdapat pada usia 20 bulan. Data distribusi balita berdasarkan status gizi TB/U menunjukkan persentase balita dengan status gizi pendek   sebesar   29.0%.   Data   distribusi   balita   berdasarkan   asupan   protein menunjukkan terdapat 31,2?lita dengan asupan protein kurang. Hasil uji Chi- Square menunjukkan terdapat korelasi bermakna dengan p = 0,000 (p<0>

Simpulan: Terdapat hubungan asupan protein dengan status gizi stunting pada balita.

Kata Kunci: asupan protein, status gizi, stunting

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lembar Persetujuan Publikasi.pdf
HALAMAN.pdf
BAB (1).pdf
BAB (2).pdf
BAB (3).pdf
BAB (4).pdf
BAB (5).pdf
BAB (6).pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Endang Dewi Lestari, dr., Sp.A(K), MPH
2. Dra. Dyah Ratna Budiani, M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran