Abstrak:Film merupakan salah satu media komunikasi massa sekaligus karya seniaudio visual. Film juga sebagai wahana penyampai pesan yang efektif. Sebagaiproduk komunikasi massa yang memiliki fungsi kontrol sosial, film Indonesiajarang yang mengangkat tema perpolitikan atau pemerintahan. Padahal beberapatahun belakangan ini perfilman Indonesia tengah berkembang secara signifikan.Fenomena ini dikarenakan masyarakat Indonesia lebih menyukai film bertemakannasionalisme yang lebih laris dan terkenal. Fokus pada penelitian ini adalahrepresentasi cara komunikasi berpolitik para politisi ketika pemilihan presiden,dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyat, media, dan sesama politisilainnya, baik secara langsung ataupun melalui media. Khususnya pada tingkah lakupolitisi yang tidak sesuai dengan nilai demokrasi Pancasila.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisiswacana untuk mencari tahu representasi komunikasi politik pemilihan presidenyang terdapat pada film. Unit analisis dalam penelitian ini dikumpulkanmenggunakan teknik pengambilan sample, purposive sampling, yaitu film berjudul“2014: Siapa di Atas Presiden?” yang disutradarai oleh Rahabi Mandra dan HanungBramantyo. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi menonton filmkemudian membuat tabel scene. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis melaluianalisis wacana model Van Dijk melalui tahap Makrostruktur, Superstruktur, danMikrostruktur dengan sumber pendukung dari buku-buku, artikel internet, beritadan penelitian yang terdahulu.Ditemukan terdapat dua bentuk wacana representasi komunikasi politik padafilm ini, yaitu tentang wacana kampanye dan wacana retorika. Bentuk wacanakampanye direpresentasikan dengan politikus yang berkampanye mendatangirakyat, berkampanye menggunakan media massa baik cetak maupun elektronikseperti televisi, dan menjalin hubungan harmonis dengan media untuk menciptakancitra yang baik. Bentuk wacana retorika direpresentasikan dengan gaya bicaralantang politikus ketika berorasi dalam debat, pidato seorang presiden setelahdilantik dengan diksi yang bagus, seorang politikus yang melakukan dialog untukmencari dukungan politik, dan gaya bicara politikus yang menggunakan bahasakonteks tinggi yang samar pesannya. Scene tersebut muncul sebagai representasikomunikasi politik cara politisi di Indonesia dalam melakukan komunikasi politikdengan rakyat, media, dan sesama politisi lainnya, baik secara langsung ataupunmelalui media.Kata kunci: Film, Politik, Komunikasi Politik, demokrasi Pancasila, dan AnalisisWacana