Penulis Utama : Moechammad Alvan Prastoyo Utomo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M0513032
Tahun : 2020
Judul : Implementasi internet of things pada sistem monitoring temperatur dan kelembapan udara pada ruang server
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. MIPA - 2020
Kolasi :
Sumber : UNS-F. MIPA, Program Studi Informatika-M0513032-2019
Subyek : IOT, MONITORING, SENSOR, AKTUATOR
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Sistem monitoring suhu dan kelembaban untuk ruang server yang sudah dibuat adalah sistem berbasis IoT, yang memberikan informasi suhu dan kelembapan udara di dalam ruang server. Ada dua jenis sensor yang digunakan pada ruang server, yaitu suhu dan kelembaban. Sistem ini dapat digunakan untuk memonitor suhu atau kelembapan di ruang server. Sistem yang diusulkan terus mengirimkan data ke cloud untuk memantau data dari mana saja. Node atau Device yang digunakan adalah modul Raspberry dan Arduino. Sensor suhu dan kelembapan (DHT22) terhubung ke Raspberry. Setiap kali nilai sensor melebihi ambang batas yang dipilih, sistem akan memberikan notifikasi kepada pengguna melalui aplikasi telegram dengan memanfaatkan API Telegram dan dapat mengatur suhu pada ruang server dengan menggunakan Arduino. Sistem yang diajukan secara efektif dapat memonitor dan secara dinamis mengontrol perintah melalui aplikasi pada web server. Dalam pengujian kalibrasi, pada ruang server BAA-BAPSI rata-rata selisih suhu yang didapat antara sensor dengan thermometer adalah sebanyak 0.67 ? dan selisih kelembapan udara yang didapat antara sensor dengan hygrometer adalah sebanyak 29,88 %. Sedangkan pada ruang magang BAA-BAPSI rata-rata selisih suhu yang didapat antara sensor dengan thermometer adalah sebanyak 0.17 ? dan selisih kelembapan udara yang didapat antara sensor dengan hygrometer adalah sebanyak 27,66 %. Untuk pengujian respon aktuator, untuk ruang server BAA-BAPSI dalam waktu 20 menit dapat menaikkan suhu sebanyak 3,8 ?. sedangkan pada ruang magang BAA-BAPSI dapat menaikkan suhu sebanyak 0,8 ?. Pada simulation experiment sistem dilakukan dengan melakukan beberapa request yang diasumsikan sebagai jumlah node pada empat kasus. Pengujian pada kasus pertama, sistem dapat dipakai secara optimal hingga 300 node dengan menerapkan threshold 500ms. Pada kasus kedua, sistem dapat dipakai secara optimal sampai 300 node dengan menerapkan threshold 500 ms. Pada kasus ketiga, sistem dapat dipakai secara optimal sampai 300 node dengan menerapkan threshold 500 ms. Pada kasus keempat, sistem dapat dipakai secara optimal sampai 150 node dengan menerapkan threshold 400 ms.
Kata kunci: IoT, Monitoring, Sensor, Aktuator

 

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
MOCCHAMMAD ALVAN P. U..pdf
COVER.pdf
BAB 1.pdf
BAB 2.pdf
BAB 3.pdf
BAB 4.pdf
BAB 5.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Abdul Aziz, S.Kom., M.Cs.
2. Winarno S.Si., M.Eng.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. MIPA