Penulis Utama : Septi Anggita Kriskartika
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S701602006
Tahun : 2019
Judul : Diskursus kepemimpinan mangkunegara I dalam naskah Babad Kemalon (pakunagara)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Kajian Budaya-S701602006-2019
Subyek : DISKURSUS
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Tesis ini berjudul Diskursus Kepemimpinan Mangkunegara I dalan Naskah Babad Kêmalon (Pakunagara). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami kejelasan sebab adanya diskursus kepemimpinan Mangkunegara I dalam naskah Babad Kêmalon. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, dirumuskan tiga poin permasalahan, yaitu : (1) mengapa diskursus kepemimpinan Mangkunegara I menonjol di abad ke-18 ; (2) bagaimana diskursus kepemimpinan Mangkunegara I dalam naskah BK; (3) bagaimana implikasi diskursus kepemimpinan Mangkunegara I dalam kepemimpinan Jawa pada umumnya.

Penelitian ini merupakan penelitian di bidang ilmu Kajian Budaya dengan menggunakan paradigma keilmuan pada wilayah kritis posmodern. Metode penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah metode penelitian dengan data kualitatif. Data yang diperoleh berupa tulisan, gambar, hasil wawancara, dan catatan peristiwa sejarah yang diolah secara kritis untuk mendapatkan hasil temuan yang diperlukan. Untuk menganalisi data digunakan teknik deskriptif analisis dengan pendekatan hermeneutik dan teori kritis kajian budaya menggunakan teori diskursus sebagai teori utama dan teori hegemoni sebagai teori penunjang.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, dapat dikemukakan tiga kesimpulan. Pertama, praktik diskursus Mangkunegara I pada abad ke-18 merupakan implementasi dari proses yang kompleks dari berbagai aspek, yaitu aspek agama, politik, sosial, ekonomi dan militer. Dengan segala aspek tersebut, Mangkunegara I mampu menjawab kekhawatiran rakyat dan membangun kepercayaan rakyat dengan kebijakan yang diterapkan pada abad ke-18. Kedua, kemampuan berpikir Mangkunegara I sudah jauh ke depan dibandingkan pemimpin di Jawa pada umumnya. Hal tersebut ditunjukkan dengan dibuatnya kontrak politik antara penguasa dengan rakyat sehingga pemerintahan dilakukan secara berdampingan dengan rakyat dan mampu menghilangkan kesenjangan sosial. Ketiga, gerakan pembaharuan dalam pemerintahan Mangkunegara I berhasil membuat kiblat pemerintahan Jawa menuju lebih maju dan modern , dan sangat efektif jika masih diterapkan di era sekarang di Indonesia yag dinamis namun teteap visioner dalam segara aspek.

Kata Kunci : diskursus, kepemimpinan, kemalon , Mangkunegara I, kontrak politik

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN JUDUL.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Titis Srimuda Pitana, M.Trop. Arch.
2. Dr. Susanto, M.Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana