Penulis Utama : Indah Wuryani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : R0215047
Tahun : 2019
Judul : Hubungan Postur Kerja Duduk dan Indeks Masa Tubuh dengan Terjadinya Keluhan Muskuloskeletal pada Pekerja Industri Keramik di Desa Melikan Klaten
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Kedokteran - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Kedokteran Jur. Keselamatan dan Kesehatan Kerja-R0215047-2019
Subyek : KELUHAN MUSKULOSKELETAL, POSTUR KERJA DUDUK, INDEKS MASA TUBUH (IMT)
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Latar Belakang  :  Musculoskeletal  disorder(MSDs)  merupakan penyakit  yang banyak terjadi akibat pekerjaan. Prevalensi penyakit muskuloskeletal yang terjadi di Indonesia sebesar 24,7%.   Risiko terjadinya keluhan MSDs meningkat pada pekerjaan yang dilakukan dengan posisi duduk  dan sikap  yang tidak alamiah. Faktor lain yang menyebabkan keluhan muskuloskeletal adalah berat badan berlebih(overweight). Seseorang dengan berat badan berlebih memiliki risiko 5 kali lebih besar dibandingkan dengan yang memiliki berat badan normal. Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui adakah hubungan antara postur kerja duduk dan indeks masa tubuh terhadap keluhan muskuloskeletal.

Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, dengan desain cross sectional. Responden penelitian dari pekerja industri keramik di Desa Melikan Klaten sejumlah 37 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total  sampling.  Penelitian  ini  menggunakan  kuesioner  NBM untuk  mengukur keluhan muskuloskeletal, lembar Kerja REBA untuk mengukur postur kerja duduk, timbangan dan goniometer untuk mengukur IMT. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment dan uji regresi linear berganda.

Hasil : Hasil uji korelasi pearson product moment menunjukkan hubungan signifikan antara  postur  kerja duduk  dengan keluhan  muskuloskeletal p  value 0.0001, nilai arah korelasi (+), koefisien korelasi 0,652 yang berarti tingkat hubungan sangat kuat. IMT dengan keluhan musculoskeletal  p value 0.001, nilai arah korelasi (+),  dan koefisien korelasi 0.516 berarti tingkat hubungan sedang. Nilai R square untuk variabel bebas (postur kerja duduk dan IMT) terhadap variabl
terikat (keluhan Muskuloskeletal sebesar 0,586 yang berarti proporsi pengaruh sebesar 58,6%. Nilai arah korelasi (+) artinya semakin meningkat nilai risiko postur kerja duduk dan indeks masa tubuh maka semakin meningkat pula keluhan muskuloskeletal.

Simpulan : Terdapat hubungan signifikan antara postur kerja duduk dan indeks masa tubuh terhadap keluhan muskuloskeletal.

Kata Kunci : Keluhan muskuloskeletal, Postur Kerja Duduk, Indeks Masa Tubuh
(IMT)

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Yunia Hastami dr.,M.Med.ED
2. Haris Setyawan S.K.M., M.Kes.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran