Penulis Utama : Dede Zakiyah
NIM / NIP : I0113031
×

ABSTRAK

Sistem  pelat  dua  arah  terjadi  jika  perbandingan   dari bentang   panjang  (Ly) terhadap bentang pendek (Lx) kurang dari dua. Beban pada pelat ini disalurkan ke empat  sisi pelat. Hal ini menyebabkan  lendutan pelat mempunyai  kelengkungan ganda[1]. Beton bertulang memiliki usia layan yang panjang, tidak jarang sebelum mencapai usia layan, struktur beton bertulang mengalami kerusakan pada selimut beton. Spalling merupakan terlepasnya bagian beton dalam bentuk kepingan atau bongkahan  kecil.  Salah  satu  metode  perbaikan  pada kerusakan  ini  ialah  patch repair  method[2].  Penelitian  ini  akan  mengkaji  mengenai  perilaku  lentur  pelat beton bertulang dua arah yang diperbaiki dengan UPR -mortar dengan variasi letak penambalan.

Metode  penelitian  ini ialah  eksperimental  laboratorium  denga n benda  uji  pelat beton bertulang  berukuran panjang 1350 mm, lebar 950 mm, dan tinggi 80 mm, dengan  tulangan memanjang  (arah  y)  5D10  dan  tulangan  melintang  (arah x) 7D10. Pengujian dilakukan ketika umur beton 90 hari dengan memberikan beban sentris  pada  pelat.  Total  benda uji sebanyak  5 buah dengan spesifikasi  berupa pelat beton bertulang  normal (P1), pelat dengan  coakan  tanpa  repair (P2),  pelat dengan penambalan sentris (P3), pelat dengan penambalan eksentris sumbu x dan y (P4), dan pelat dengan penambalah eksentris sumbu x (P5).`

Hasil   penelitian   perbaikan   menggunakan   UPR -Mortar  dengan   variasi   letak perbaikan  mempengaruhi  kemampuan benda  dalam  menahan  beban.  Pola  retak terjadi   pada  daerah   pelat   beton   tanpa   perbaikan   UPR -Mortar.  Prosentase perubahan  kapasitas  lentur,  daktilitas  dan  indeks kekakuan  pelat  dibandingkan dengan pelat normal P1. Pada fase retak awal pengembalian beban retak terhadap pelat normal  sebesar  29,73% untuk P2, 97,29% untuk P3, 40,54% untuk  P4  dan 100%  untuk  P5.  Pada  fase  runtuh pengembalian  beban runtuh  terhadap  pelat normal sebesar 75,51% untuk P2, 79,59% untuk P3, 94,56 untuk P5  dan 104,08% untuk  P4. Pengembalian  nilai  daktilitas  terhadap pelat  normal sebesar    47,34% untuk P2, 98,42% untuk P3, 71,31% untuk P4  dan 81,44% untuk P5. Pengembalian nilai indeks kekakuan terhadap pelat normal sebesar 112% untuk P2, 266% untuk P3, 64% untuk  P4 dan126% untuk  P5. Pada P1  dan P5 mengalami  keruntuhan lentur, sedangkan pelat P2, P3, dan P4 mengalami keruntuhan punching shear.

Kata  kunci  :  Beton  bertulang,  pelat  beton  bertulang  dua arah,  UPR -Mortar, perilaku lentur, metode perbaikan, spalling.

×
Penulis Utama : Dede Zakiyah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0113031
Tahun : 2017
Judul : Perilaku Lentur Pelat Beton Bertulang Dua Arah yang ditambal dengan Upr-Based Patch Repair Mortar dengan Variasi Letak Penambalan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2017
Program Studi : S-1 Teknik Sipil
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Teknik Teknik Sipil-I0113031-2017
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Agus Supriyadi, M.T.
2. Prof. S.A. Kristiawan, S.T., M.Sc., Ph.D
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.