Penulis Utama : Aan Khosihan
NIM / NIP : S251708001
×

Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sambas rendah namun justru tiap tahunnya meningkat ke Wisata Desa Temajuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pelaku wisata, potensi wisata, praktik pengembangan pariwisata, dan faktor-faktor pengembangan pariwisata Desa Temajuk. Penelitian studi kasus ini mengumpulkan data dari proses wawancara, observasi, dan focus group discussion (FGD). Informan dalam penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan karakteristik pelaku wisata. Pengujian data melalui triangulasi sumber, analisis data model interaktif menggunakan teori praktik sosial dari Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelaku wisata terdiri dari wisatawan domestik dan mancanegara. industri jasa wisata seperti penginapan villa, resor dan homestay, biro perjalanan “Destinasi Sambas”, warung makan sederhana, belum terdapat pusat informasi wisata dan pusat oleh-oleh. Jasa wisata belum optimal karena belum ada bank/ATM, layanan komunikasi dan jaringan buruk, lisrik hanya mengalir 14 jam. Sudah ada Polisi Sub sektor dan Puskesmas. Pemerintah yaitu Pemerintah Desa Temajuk dan Pemerintah Kabupaten. Masyarakat mayoritas bersuku Melayu, Beragama Islam, dan bekerja sebagai Petani dan nelayan. Komunitas yaitu GenPI sambas, Jewita Sambas, dan WWF Paloh. Potensi Wisata Desa Temajuk terdiri atas potensi alam diantaranya Pantai Tanjung Bendera, Pantai Camar Bulan, hutan mangrove, Hutan Hujan Tropis. Potensi budaya diantaranya Tari Ubur Ubur, Kesenian Dzikir, dan Pembuatan olahan kerang. Potensi lain diantaranya Musim Ubur Ubur, Resor Camar Bulan, Festival Pesisir Paloh, dan berburu kepiting. Pengembangan pariwisata dengan peningkatan daya tarik melaui peningkatan kualitas pariwisata bahari, pelaksanaan Festival Pesisir Paloh, pembuatan ekowisata Mangrove. Ada peningkatan akses seperti penyediaan angkutan Desa Temajuk, perbaikan jalan dan jembatan desa. Amenitas wisata dengan Gerakan Sadar Wisata dan pembuatan pusat oleh-oleh. ancillary yaitu dengan Digital Promotion, pendirian BTS, pengaliran listrik, pendirian sanggar seni. Faktor pendukung pariwisata terdiri atas daya tarik alam, sosial, dan budaya, event, dan fasilitas penunjang pariwisata sebagai modal ekonomi. Label “sepotong surga di ekor Kalimantan” sebagai modal simbolik. Kerjasama antara masyarakat dan para pelaku dan perilaku jerampah sebagai modal budaya. Faktor penghambat seperti belum adanya fasilitas perbankan, akses jalan, jaringan internet yang buruk dan aliran listrik yang baru 14 jam sebagai modal ekonomi yang merupakan komponen ancillary serta belum adanya Peraturan Daerah mengenai pengembangan pariwisata di Desa Temajuk.

Kata kunci : Praktik Sosial Bourdieu, Pelaku Wisata, Potensi Wisata, Pengembangan Pariwisata Desa Temajuk.

×
Penulis Utama : Aan Khosihan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S251708001
Tahun : 2019
Judul : Strategi Pengembangan Pariwisata Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2019
Program Studi : S-2 Sosiologi
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Magister Sosiologi-S251708001-2019
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Argyo Demartoto, M.Si
2. Prof. Dr. Mahendra Wijaya, MS
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.