Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui tingkat kekritisan lahan diDAS Setren (2) Mengetahui faktor-faktor penyebab kekritisan lahan di DASSetren (3) Mengetahui arahan konservasi yang sesuai untuk menanggulangikekritisan lahan di DAS Setren. Penelitian ini menggunakan metode survey. Unitanalisis yang digunakan adalah satuan lahan dan satuan lahan kejadian limpasan.Populasi dalam penelitian ini adalah 22 satuan lahan. Teknik sampling yangdigunakan adalah sampling jenuh dan purposive sampling. Pengumpulan datapenelitian dilakukan melalui observasi lapangan, uji laboratorium, wawancara,dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu: (1) Skoring danpengharkatan parameter kekritisan lahan berdasarkan fungsi kawasan, (2) Analisisdeskriptif terhadap overlay data spasial kekritisan lahan dengan pendekatanspasial, (3) Pengelompokan arahan konservasi lahan berdasarkan tingkatkekritisan lahan.Hasil penelitian ini adalah (1) Tingkat kekritisan lahan di DAS Setrenterdiri dari tidak kritis, potensial kritis, agak kritis, dan kritis. (2) Faktor-faktorpenyebab kekritisan lahan di DAS Setren yaitu kemiringan lereng, manajemenpengelolaan lahan, dan erosi. (3) Arahan konservasi lahan yang sesuai yaitu: a)Tidak kritis: hutan produksi terbatas/ hutan rakyat, Agroforestry kebun campur,saluran pengelak, teras gulud, dan teras bangku; b) Potensial kritis: hutan lindung/suaka alam/ hutan wisata berbasis ekowisata, penanaman vegetasi permanen,pemulsaan, Agroforestry kebun campur, teras gulud, teras bangku, dan rorak; c)Agak kritis: penanaman vegetasi permanen, pengolahan tanah minimum,penanaman vegetasi penutup tanah, pemulsaan, budidaya lorong, Agroforestrykebun campur, saluran pengelak, Saluran Pembuangan Air (SPA), bangunanterjunan, teras gulud, teras bangku, dan rorak; d) Kritis: penanaman vegetasipermanen, barier rumput, pemulsaan, teras gulud, Saluran Pembuangan Air(SPA) dan bangunan terjunan.Kata Kunci: Lahan, fungsi kawasan, tingkat kekritisan lahan, dan arahankonservasi lahan.