Penulis Utama : Sri Rijki
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0415056
Tahun : 2019
Judul : Dinamika Kesehatan diKamp Boven Digoel (Studi Kasus Penyakit Malaria di Kamp Tanah Merah Tahun 1927-1941)
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ilmu Budaya - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ilmu Budaya, Jur. Sejarah-B0415056-2019
Subyek : KAMP TANAH MERAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Dinamika  Kesehatan  di  Kamp  Boven  Digoel (Studi Kasus Penyakit Malaria di Kamp Tanah Merah Tahun 1927-1941).Skripsi  Program  Studi  Ilmu  Sejarah  Fakultas  Ilmu  Budaya  Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  (1)  latar  belakang  berdirinya kamp  Boven  Digoel,  (2)  Permasalahan  kesehatan  yang  diakibatkan  penyakit malaria  di  kamp  Tanah  Merah (Ibukota  Boven  Digoel),  (3)  upaya  pemerintah dalam mengatasi penyakit malaria di kamp Tanah Merah.Sesuai  dengan  tujuan  dari  penelitian  ini,  maka  metode  yang  digunakan adalah  penelitian  sejarah  yaitu Heuristik,  Kritik  Sumber  (Kritik  Intern  dan  Kritik Ekstern),   Interpretasi   data   dan   tahap   terakhir   yaitu   Historiografi.   Sumber penelitian ini didapatkan dari dokumen resmi pemerintah kolonial berupa: Verslag Keadaan   Boven   Digoel   tahun   1929-1937,   Arsip-arsip   Boven   Digoel,   serta afschrijft  dari  DVG  kepada  Pemerintah  Maluku.  Sumber  lainnya  berupa  Majalah serta Surat Kabar sezamanBerdasarkan  analisis  dari  berbagai  sumber  yang  telah  didapatkan  dapat dikatakan bahwa malaria merupakan penyakit  yang mematikan bagi penduduk kamp Tanah  Merah.  Penyakit  ini  menjadi  penyakit  endemi  yang  tidak  dapat  dihilangkan. Penyebabnya   adalah   lingkungan   yang   merupakan   habitat   nyamuk anopheles puctulatus  moluccensis dananopheles  barbirofti  bancrofti yang  menjadidalang  dari banyaknya  kasus  malaria  di  Tanah  Merah.  Keadaan  sanitasi  lingkugan  juga  kurang baik   yang   sering   menyebabkan   banjir   dan   genangan   air.   Pemerintah   mulai mengadakan  pemberantasan  malaria  sekitar  tahun  1930  ketika  petugas  DVG  datang dan  dimulai  dengan  perbaikan  sanitasi  lingkungan,  serta  pembasmian  larva  malaria dioptimalkan. Upaya medis yang dilakukan dengan melakukan cek darah secara rutin untuk   mengetahui   indeks   parasit   penduduk   kamp.   Pengobatan   menggunakan profilaksis  kina,  merupakan  hal  yang  paling  memberikan  dampak  positif  dengan berkurangnya  tingkat  penderita  malaria.  Selain  menggunakan  kina, plasmochine dan Atebrin juga digunakan sebagai profilaksis.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Boven Digoel merupakan kamp  pembuangan  yang  menjadi  habitat  nyamuk anophelessehingga  malaria menjadi penyakit endemi di kamp Tanah Merah. Penanganan preventif dan kuratif oleh  pemerintah  terbukti  mampu  mengurangi  jumlah  kasus  malaria  di  Tanah Merah, Boven Digoel.Kata Kunci: Kamp Tanah Merah, Malaria, Profilaksis Kina

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN JUDUL.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
SURAT PERNYATAAN.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Sawitri Pri Prabawati, M.Pd.
2. Drs. Supariadi, M.Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya