×
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan asas itikad baik dalam perjanjian pengikatan jual beli antara pihak developer dengan pembeli, sehingga dapat dianalisis upaya hukum apa yang dapat dilakukan oleh pembeli jika terdapat pihak-pihak yang dirugikan. Penelitian ini merupakan suatu penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif analisis. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan studi lapangan, kepustakaan, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif disimpulkan berdasarkan hasil wawancara dengan warga di Dramaga Cantik Residence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas itikad baik dalam PPJB antara pihak developer dengan pembeli tidak terpenuhi karena banyak terdapat ketidakadilan yang dilakukan developer terhadap pembeli, seperti tanpa sosialisasi dengan warga, pihak pengembang menghilangkan ruang terbuka hijau dan ikon perumahan demi membangun condotel dan restaurant. Selanjutnya, upaya hukum yang dilakukan pembeli, ppjb tidak sesuai dengan pelaksanaan ialah dengan melalui Penyelesaian sengketa melalui pengadilan (litigasi), penyelesaian sengketa di luar pengadilan (non litigasi), penulis memberikan kesimpulan bahwa penerapan itikad baik dalam ppjb antara pihak developer dengan pembeli Telah terpenuhi namun belum optimal. Upaya hukum yang dilakukan pembeli ppjb tidak sesuai dengan pelaksanaan dalam kontrak diatur bahwa penyelesaian sengketa dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat jika perlu akan dituangkan dalam suatu perjanjian tambahan. Jika penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat tidak dapat dicapai maka para pihak sepakat untuk mengajukan perselisihan/ perbedaan pendapat tersebut kepada Pengadilan Negeri Bogor untuk diselesaikan. Dituangkan dalam kontrak Pasal 16 Ketentuan Umum PPJB Dramaga Cantik Residence
Kata Kunci : Itikad Baik, Perjanjian Pengikatan Jual Beli, Developer, Pembeli