Penulis Utama : Dian Kusumawardati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F3506080
Tahun : 2009
Judul : Analisis Manajemen Proyek untuk Pekerjaan Pelebaran Jalan (Studi Kasus Pelebaran Jalan di Gawanan Rt : 02 Rw : 03 Colomadu)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi dan Bisnis - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi dan Bisnis Prog. Studi Manajemen Industri-F3506080-2009
Subyek : MANAJEMEN PROYEK
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penetapan jaringan kerja   proyek percepatan  yang   bisa  dilakukan  terhadap   pekerjaan• pekerjaan  pada jalur  kritis,  dan perhitungan biaya penyelesaian  proyek pelebaran  Jalan  Gawanan,  Colomadu.  Penelitian ini  mengambil  objek pada perusahaan jasa konstruksi  PT. Taruna Bima Abadi yang beralamatkan di Ringin Asri Rt. 03 Rw.  12  Bejen Karanganyar.  Penelitian ini bersifat eksploratif dan mengambil sampel pada pelebaran Jalan Gawanan Colomadu, Karanganyar dengan bentang jalan  3.000  m dan lebar  jalan  masing-masing  1    m.  Teknik  pengumpulan  data  dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka.
Penulisan Tugas Akhir ini menggunakan Analisis Network  dengan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Chritichal Path  Method  (CPM).   Berdasar  analisis  data  diperoleh  penyelesaian proyek  selama   63  hari  dengan  biaya  langsung   proyek  sebesar  Rp. 96.233.117,25.  Sesuai dengan penawaran yang dilakukan  perusahaan selama 55 hari maka perusahaan harus melakukan percepatan selama 8 hari yang dilakukan pada kegiatan-kegiatan kritis yang dapat dipercepat. Percepatan ini  membutuhkan biaya sebesar Rp. 2.862.780,00 sehingga biaya langsung keseluruhan menjadi Rp. 99.095.897,25.
Berdasarkan hasil analisis data dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pertama, pengendalian   mutu   proyek   pelebaran   Jalan   Gawanan, Colomadu   harus   berdasar  pada  standar-standar  teknik   yang   telah disahkan oleh pemerintah. Kedua, penggunaan analisa network memperkirakan waktu selesai proyek adalah 63 hari dan dipercepat 8 hari menjadi 55 hari. Ketiga, besamya biaya langsung  penyelesaian  proyek adalah  Rp. 96.233.117,25,  dengan adanya percepatan pekerjaan  kritis selama 8 hari menambah biaya sebesar Rp. 2.862.780,00.  Sehingga total biaya langsung  yang harus dikeluarkan  dalam proses percepatan adalah Rp. 99.095.897,25.  Keempat,  dari perhitungan rencana anggaran  biaya proyek sebesar Rp. 192.265.084,50 dan rencana anggaran pelaksanaan proyek sebesar Rp. 109.187.034,65. Maka dapat diketahui bahwa perusahaan mendapatkan laba sebesar Rp. 83.078.049,90.
Berdasarkan kesimpulan di atas maka saran yang penulis berikan kepada perusahaan kontraktor adalah: pertama, percepatan waktu yang dilakukan harus diutamakan pada jalur kritis dengan pengawasan kinerja yang ketat. Kedua, untuk menghindari pembengkakan biaya dan menghemat waktu, sebaiknya perusahaan rnengadakan fasilitas-fasilitas yang mendukung dalam rnenghindari gangguan cuaca dan transportasi.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Haryanto. SE. MSi.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis