Penulis Utama : Muhammad Sinung Andan Jatmiko
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0215071
Tahun : 2019
Judul : Representasi Nilai-Nilai Demokrasi Pancasila dalam Pagelaran Wayang Kulit Purwa (Studi Kualitatif Analisis Wacana Tentang Representasi Nilai-Nilai Demokrasi Pancasila dalam Pagelaran Wayang Kulit Purwa Lakon “Petruk Dadi Ratu” Versi Ki Mpp Bayu Aji Pamungkas)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Ilmu Komunikasi-D0215071-2019
Subyek : DEMOKRASI PANCASILA, WAYANG KULIT, KEKUASAAN, LAKON.
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Lakon Petruk dadi Ratu merupakan lakon carangan dalam sebuah pagelaran wayang kulit yang isi ceritanya membahas mengenai bagaimana kisah tokoh Punakawan bernama Petruk, yang merupakan simbolisasi rakyat jelata yang berhasil mencapai puncak kekuasaan. Disitulah banyak kritik sosial dilontarkan, terutama mengenai carut marut kekuasaan dan intrik politik yang ada dalam pemerintahan. Lakon ini awalnya dibuat pada era Sinuhun Paku Buwana X, Raja dari Kerajaan Surakarta Hadiningrat, pada akhir abad 19 M.  Dan dari sinilah, sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka penulis tertarik untuk mengkaji apa saja wacana kritik yang terkandung dalam lakon “Petruk Dadi Ratu” versi Ki MPP Bayu Aji Pamungkas, terutama dari sisi perspektif penerapan demokrasi Pancasila untuk mengkritisi kondisi pemerintahan yang ideal menurut Pancasila.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi dokumen/teks dengan teknik analasis wacana dan menggunakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara dokumentasi. Adapun tujuan untuk menjelaskan bagaimana representasi wacana kritik terhadap nilai-nilai demokrasi pancasila dalam pagelaraan wayang kulit pada lakon "Petruk Dadi Ratu" versi Ki MPP Bayu Aji Pamungkas.
Hasil dari penelitian ini adalah dalam lakon “Petruk dadi Ratu” terdapat wacana global yaitu sebuah pemerintahan yang bagus dan ideal sesuai dengan demokrasi Pancasila yang diwacanakan dalam lakon “Petruk dadi Ratu” adalah Pemerintahan yang mau mendengarkan aspirasi rakyat, menghargai yang namanya pendapat, mampu memberikan jaminan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Jika terjadi kesewenang-wenangan dan pencideraan terhadap prinsip keadilan sosial, tidak seimbang antara hak dan kewajiban maka akan terjadi kericuhan, karena keputusan hanya dilakukan secara sepihak dan itu dapat mengancam persatuan nasional dan rasa kekeluargaan.

Kata kunci: Demokrasi Pancasila, Wayang Kulit, Kekuasaan, Lakon.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman depan.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
pernyataan.jpg
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Deniawan Tommy Chandra Wijaya, S.Sos, M.Ikom
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP