Penulis Utama : Dika Dwi Darmawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0215016
Tahun : 2019
Judul : Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Janggelan (Mesona Palustris Bi.) di Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian Jur. Ilmu Tanah-H0215016-2019
Subyek : JANGGELAN, KESESUAIAN LAHAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Budidaya tanaman janggelan kian menjanjikan keuntungan seiring dengan permintaan tanaman ini terus meningkat di pasar dalam dan luar negeri. Keberadaan  tanaman  janggelan  di  Kabupaten  Pacitan  sangat   melimpah, menurut  hasil kegiatan IBM (Joko Winarno et al., 2015) menunjukan bahwa wilayah Kecamatan Nawangan memiliki kesesuaian lahan yang sangat sesuai untuk budidaya tanaman janggelan. Namun sampai sekarang informasi yang lebih spesifik mengenai kelas kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman janggelan pada wilayah Kecamatan Nawangan sendiri masih sangat terbatas. Penelitian   ini   bertujuan   mengevaluasi   kesesuaian   lahan   untuk   tanaman janggelan di Kecamatan Nawangan. Metode penelitian ini adalah metode survei, pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan sekaligus pengukuran di lapangan,  pengambilan  sampel  dan  uji  laboratorium.  Metode  pengambilan sampel menggunakan purposive sampling di setiap unit satuan lahan yang diperoleh dengan cara tumpang susun (overlay) peta jenis tanah dan peta penggunaan lahan. Metode analisis dalam penelitian ini adalah pembandingan (matching). Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk tanaman janggelan adalah S1 (sangat sesuai) pada satuan lahan LaS dan LaK, S2 (cukup sesuai) pada satuan lahan LiL, LiH, LiS dan LaH, S3 (sesuai marginal) pada satuan lahan LaL dan LiK. Beberapa faktor pembatas dalam evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman janggelan di Kecamatan Nawangan yaitu kemiringan lereng, ketersediaan air, ketersediaan oksigen, tekstur tanah, retensi hara  dan  ketersediaan  hara.  Upaya  perbaikan  lahan  yang  dapat  dilakukan adalah pembuatan teras untuk mengatasi faktor pembatas kemiringan lereng, irigasi untuk memenuhi kebutuhan air, pembuatan saluran untuk memperbaiki drainase dengan pembongkaran tanah pada saat pengolahan lahan untuk menghilangkan lapisan padas tipis, pemupukan dengan pupuk kandang maupun kompos   untuk   menambah   kandungan   C-organik   dan   memperbaiki   KTK, kemudian untuk memperbaiki ketersedian hara dapat dilakukan upaya perbaikan dengan pemupukan yang sesuai dengan faktor pembatas yang ada di setiap lahannya.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN JUDUL.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Lembar Persetujuan Publikasi.jpg
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.P.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian