Penulis Utama : Rahmat Roykhan
NIM / NIP : K4415048
×

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perkembangan batik klasik di Keraton Kasultanan Yogyakarta pada masa Sultan Hamengkubuwono VIII, (2) Makna simbolisme motif batik klasik pada masa Sultan Hamengkubuwono VIII, (3) Bagaimana batik klasik digunakan sebagai simbol legitimasi kekuasaan pada masa Sultan Hamengkubuwono VIII, (4) Relevansi hasil penelitian sebagai pengembangan materi Sejarah Sosial.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis historis, dengan pendekatan sosiologi antropologi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Perkembangan kain batik klasik pada masa Sultan Hamengkubuwono VIII (1927-1939) dapat dilihat dari segi kuantitas dan kualitas. Dari segi kuantitas batik pada masa Sultan Hamengkubuwono VIII mengalami perkembangan dalam bidang produksi yaitu jumlah ragam motif larangan beserta jumlah penggunaanya yang tercantum di dalam pranata dalem.Sedangkan dari sisi kualitas perkembangan kain batik klasik pada masa Sultan Hamengkubuwono VIII mengalami peningkatan mutu dalam hal proses pembuatannya; (2) makna simbolis motif batik klasik pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VIII yaitu sebagai suatu tatanan dan tuntunan  yang bersumber dari etos, estetika dan pandangan hidup priyayi Jawa. Hal ini dikarenakan bagian-bagian yang meliputi jenis, nama, warna, corak dan pola kain batik klasik mewakili suatu makna dan fungsi yang ingin disampaikan dalam sistem masyarakat keraton yang feodal; (3) batik sebagai simbol legitimasi kekuasaan Sultan Hamengkubuwono VIII terlihat dalam penggunaan simbol yang bisa melegitimasi status sosial, sarana pelengkap kultus kemegahan, kontrol sosial, dan sebagai suatu tatanan dan tuntunan dalam hubungan antara kawula-gusti; (4) relevansi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pengembangan materi mata kuliah Sejarah Sosial khususnya mengenai konsep kekuasaan Jawa pada masa kerajaan Mataram Islam subbab legitimasi bagi kekuasaan raja-raja Mataram.

Kata kunci : Batik klasik, Simbol Legitimasi, Penguasa, Sejarah Sosial

 

×
Penulis Utama : Rahmat Roykhan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K4415048
Tahun : 2019
Judul : Batik klasik sebagai simbol legitimasi kekuasaan Sultan Hamengkubuwono VIII tahun 1927-1939 dan relevansinya dalam pengembangan materi sejarah sosial
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2019
Program Studi : S-1 Pendidikan Sejarah
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. Pend. Sejarah-K4415048-2019
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum.
2. Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., MA.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.