Penulis Utama : Maroeto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T651408018
Tahun : 2018
Judul : Model Pengelolaan Lahan Kritis Melalui Pendekatan Sistem Dinamik untuk Pertanian Berkelanjutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang, Kabupaten Pasuruan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2018
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Ilmu Pertanian-T651408018-2018
Subyek : ALIRAN SUNGAI, LAHAN KRITIS, PENDEKATAN SISTEM DINAMIK
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Daerah Aliran Sungai Welang, Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu DAS yang sedang mengalami degradasi lingkungan menuju lahan kritis. Penelitian ini memposisikan keterbaruannya untuk menjawab tantangan permasalahan yaitu lahan kritis yang ditentukan berdasarkan baku kerusakan, kemampuan lahan, kesuburan lahan, dan kesesuaian lahan dapat dioptimalisasi untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan.

Tujuan penelitian adalah 1 Memperoleh karakteristik sumberdaya fisik lahan kritis berdasarkan baku kerusakan, kemampuan, kesuburan dan kesesuaian lahan sebagai dasar pengelolaan lahan kritis.2. Komoditas unggulan pertanian lahan kritis ditinjau dari analisis sosial ditentukan berdasarkan persepsi masyarakat.3. Komoditas unggulan pertanian lahan kritis secara ekonomi ditentukan berdasarkan aspek kelayakan usahatani. 4. Menetapkan prioritas komoditas unggulan ditinjau dari multikriteria potensi sumberdaya fisik lahan kritis, ekonomi dan sosial. 5. Mendapatkan model dinamik pengelolaan lahan kritis untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan..

Metode analisis data digunakan guna memenuhi tujuan penelitian antara lain

: 1) analisis fisik lahan dengan pendekatan penelitian lapang dan uji laboratorium;

2) analisis sosial dengan pendekatan persepsi masyarakat digunakan statistik deksriptif kualitatif; 3) kelayakan ekonomi digunakan perhitungan analisis usahatani; 4) prioritas komoditas unggulan digunakan Metode Analythical Hierarchy Process (AHP); 5) model pengelolaan lahan kritis untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan digunakan  sistem dinamik.

Hasil penelitian dikelompokkan berdasarkan kajian-kajian penelitian yang saling bertautan diantaranya: 1. Kajian pertama, karakteristik sumberdaya fisik lahan kritis memperoleh hasil a). Baku kerusakan tanah dataran tinggi memiliki kendala parameter redoks dan jumlah mikroba. Kesuburan lahan secara keseluruhan dalam kondisi yang rendah dan pada semua level dengan kemampuan lahan yang bervariasi dari kelas III sampai VIII. Faktor penghambat utama yaitu kelerengan yang menyebabkan peluang erosi relatif tinggi. Kesesuaian lahan memberikan  informasi  peruntukan  lahan  dapat  menghasilkan  tiga  komoditi

unggulan yaitu kopi, kentang dan jagung; b). Kerusakan struktur tanah dataran iii sedang dalam kondisi rusak ringan terjadi akibat pengolahan tanah berlebihan disertai penggunaan pupuk kimia maupun pestisida anorganik secara kontinyu, sehingga terjadi penurunan jumlah mikroba disamping derajat pelulusan air penyebab berkurangnya ruang pori. Dataran sedang mempunyai kelas kemampuan lahan bervariasi dari III sampai VIII sesuai dengan karakteristik bentuk lahan landai sampai curam. Berbagai parameter diantaranya tingginya Kapasitas Tukar Kation (KTK), kejenuhan basa, kandungan bahan organik dan P tersedia  merupakan petunjuk guna mengetahui tingkat kesuburan tanah dataran sedang. Kelas kesesuaian lahan secara aktual maupun potensial menyimpulkan tanaman kopi, mangga dan jagung menjadi tanaman unggulan  dataran sedang dengan  masih mempertimbangkan upaya perbaikan lahan dan pengurangan laju erosi; dan c). dataran  rendah ditinjau  dari baku kerusakan mempunyai kondisi rusak  ringan sampai sedang. Kesuburan lahan dikategorikan rendah sampai sedang, meskipun kemampuan lahan mempunyai kelas II sampai kelas IV peruntukannya masih optimal apabila dilakukan budidaya tanaman semusim seperti padi, jagung dan kacang tanah. 2. Kajian kedua, mendapatkan komoditas unggulan pertanian lahan kritis sesuai dengan persepsi masyarakat diperoleh hasil yaitu analisa sosial mampu menghasilkan persepsi baik terutama faktor penyerapan tenaga kerja dan kesesuaian dengan aspirasi masyarakat sebagai karakteristik sosial yang penting dalam upaya menentukan komoditas unggulan pertanian lahan kritis. 3. Kajian ketiga, mendapatkan komoditas unggulan pertanian lahan kritis yang layak secara ekonomi diperoleh hasil yaitu a). Komoditas unggulan pertanian lahan kritis untuk dataran tinggi dan dataran sedang adalah kopi, dan komoditas tanaman jagung untuk dataran rendah; dan b). Komoditas pertanian non unggulan yang tersebar diwilayah DAS Welang terdiri dari kentang, ketela pohon, mangga dan durian. 4. Kajian keempat, a). Faktor erosi menjadi prioritas utama dalam kriteria fisik/lahan, diikuti faktor potensi pasar lokal dan ekspor dan faktor pendapatan dalam menentukan komoditas unggulan pertanian lahan kritis dataran tinggi DAS Welang; b). Komoditas unggulan pertanian lahan kritis dataran sedang dapat ditentukan berdasarkan prioritas utama yaitu faktor retensi hara, faktor hambatan biaya, teknologi dan kelembagaan, dan faktor kelayakan usahatani; dan c). Hasil analisis multikriteria komoditas unggulan pertanian lahan kritis dataran rendah menyimpulkan prioritas faktor secara berurutan adalah faktor penyerapan tenaga kerja, faktor retensi hara, dan faktor kelayakan usahatani. 5. Kajian kelima, a). Sub model keberlanjutan fisik/lahan kritis, memberi simpulan bahwa dengan menggunakan skenario model tindakan (dana penanggulangan erosi 25 %) menunjukkan terjadi trend peningkatan luas lahan produksi, produktifitas dan luas lahan tertanggulangi diikuti menurunnya berat erosi tahunan. Sub model keberlanjutan ekonomi diperoleh hasil pada akhir tahun proyeksi memperlihatkan

penerimaan usahatani kopi sebesar Rp. 63.591.396,artinya semakin tinggi nilai iv penerimaan maka usah tani mampu memberi kesejahteraan ekonomi. Sub model keberlanjutan sosial memperjelas aspek penyerapan tenaga kerja dan kesesuaian aspirasi masyarakat menjadi modal pengelolaan lahan kritis, terutama upaya konservasi ditempuh dari  konstruksi berfikir masyarakat untuk bersediamenyisihkan dananya dalam kegiatan penanggulangan erosi

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : Halaman depan.pdf
Bab I.pdf
Bab II.pdf
Bab III.pdf
Bab IV.pdf
Bab V.pdf
Dapus.pdf
pernyataan.jpg
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Suntoro Wongso Atmodjo, M.S,
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana