Penulis Utama : Yacobus Sunaryo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T651308004
Tahun : 2019
Judul : Potensi Pupuk Semi Organik Cair Berbahan Baku Kotoran Domba untuk Peningkatan Hasil Berbagai Sayuran dengan Beberapa Teknik Budidaya
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Ilmu Pertanian-T651308004-2019
Subyek : PUPUK SEMI ORGANIK CAIR, KOTORAN DOMBA, TEKNIK BUDIDAYA
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Budidaya tanaman terkendali yaitu hidroponik, maupun semi terkendali  terutama budidaya dalam pot, saat ini mulai banyak diminati masyarakat Indonesia, namun demikian perkembangan budidaya tanaman secara hidroponik maupun dalam pot masih sangat lambat. Kesulitan petani dalam pengembangan hidroponik maupun budidaya dalam pot terutama disebabkan ketersediaan pupuk cair berkualitas yang terbatas. Untuk pengembangan pupuk organik/semi organik cair (PSOC) berkualitas dan murah perlu dilakukan percobaan pembuatan PSOC berkualitas dengan bahan-bahan mudah didapat, murah, proses pembuatan mudah (mudah dilakukan petani). Pada percobaan ini dilakukan pembuatan PSOC berbahan baku kotoran domba (PSOCKD). PSOCKD merupakan kombinasi komponen: bahan baku (kotoran domba), starter (gula dan ZA), fermenter (EM), dan proses fermentasi. Perbedaan kualitas pupuk organik cair (pH, EC, dan kandungan asam organik) tergantung pada kesesuaian antar komponen tersebut, dari macam, jumlah, dan teknologi proses, serta potensi terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman memerlukan suatu kajian. 

Penelitian dilakukan melalui 4 kajian: 1) Identifikasi kandungan unsur hara dan asam organik pupuk cair organik berbahan baku kotoran domba (PSOCKD). 2) Aplikasi PSOCKD terpilih pada hidroponik tiga jenis sayuran, yaitu sawi, selada, dan bayam merah. 3) Aplikasi PSOCKD terpilih pada budidaya sawi dalam pot, dan 4) Aplikasi PSOCKD terpilih pada sambung pucuk (grafting) kentang-leunca.

Kajian pertama diawali dengan menyusun formulasi pembuatan PSOCKD. Bahan baku yang dipilih adalah kotoran  domba (kandungan hara lengkap, banyak tersedia di kios pertanian dan harga murah). Untuk meningkatkan kandungan nutrisi, memperoleh pH netral, dan EC (daya hantar listrik) tinggi diperlukan gula dan ZA, serta EM (yang mengandung bahan aktif Lactobacillus sp., Actinomycetes sp., Streptomyces sp. dan Yeast) sebagai perombak bahan organik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ZA menghasilkan peningkatan kandungan total N dan S, serta peningkatan EC PSOCKD. Peningkatan konsentrasi gula menghasilkan penurunan pH dan peningkatan kandungan asam laktat, sedangkan peningkatan ZA menurunkan pembentukan asam asetat. Peningkatan kandungan asam organik menurunkan pH PSOCKD. Penggunaan starter gula 25 g L-1 air dan ZA 50 g L-1 air menghasilkan PSOCKD terbaik yaitu tidak berbau busuk, pH 5,2,  kandungan N total 0,81%, K2O total 0,12%, S total 0,20% dn Mn total 27,95%.  

Kajian kedua adalah menguji PSOCKD terbaik yang dikombinasikan dengan larutan nutrisi AB-Mix terhadap pertumbuhan dan hasil tiga jenis sayuran daun, yaitu sawi (Brassica rapa L), selada (Lactuca sativa L) dan bayam merah (Amaranthus tricolor L) yang dibudidayakan secara hidroponik. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa PSOCKD dapat berpotensi menggantikan pupuk AB-Mix sampai 50% pada budidaya sayuran secara hidroponik.

Kajian ketiga adalah menguji PSOCKD terbaik sebagai penyedia nutrisi sawi yang dibudidayakan dalam pot, diberikan lewat media tanam dengan konsentrasi 1:40 L-1 air. Hasil percobaan ini menunjukkan PSOCKD memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan (meningkat 260 % dibanding kontrol) dan hasil (meningkat 350% dibanding kontrol) tanaman sawi dalam pot. 

Kajian keempat adalah menguji potensi PSOCKD pada pertumbuhan umbi dan  dinamika endofit pada sambung pucuk kentang-leunca. Hasil percobaan menunjukkan perlakuan PSOCKD dapat meningkatkan total bakteri endofit (400% pada kentang, 140% pada leunca, 350% pada sambung pucuk kentang-leunca) dan memacu pertumbuhan umbi pada tanaman kentang (meningkat 174%) maupun sambung pucuk kentang-leunca (meningkat 139%). Sambung pucuk kentang-leunca sangat bermanfaat dalam pengembangan produksi kentang di dataran rendah, baik sebagai benih, maupun konsumsi. 

Hasil penelitian ini memiliki peranan positif dalam pengembangan budidaya tanaman sayuran, terutama dalam penyediaan pupuk organik cair berkualitas (pH relatif netral, kandungan unsur hara/EC tinggi, dan asam organik tinggi) mudah dilaksanakan pembuatannya oleh masyarakat petani. Penemuan PSOCKD ini dapat mendukung pengembangan budidaya tanaman sayuran di lahan sempit yang saat ini banyak diminati masyarakat, seperti budidaya sayuran secara hidroponik dan budidaya sayuran dalam pot

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : Halaman depan.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
BAB VI.pdf
BAB VII.pdf
BAB VIII.pdf
pernyataan.jpg
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Agr. Sc. Vita Ratri Cahyani, MP
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana