Penulis Utama : Komang Hendra Setiawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T501308805
Tahun : 2019
Judul : Pengaruh intervensi promosi kesehatan berbasis keluarga terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan rabies di Bali
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi Ilmu Kedokteran-T501308805-2019
Subyek : RABIES
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Rabies menyebabkan sekitar 55.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia. Di Bali, rabies menyebar sejak tahun 2008 dan sampai saat ini kasus kematian akibat rabies selalu ada setiap tahunnya. Selain mengancam manusia, rabies juga mengancam keberadaan satu-satunya anjing khas Indonesia yang sudah diakui dunia (Federation Cynologique Internationale) sejak 20 februari 2019 yaitu Anjing Kintamani. Eliminasi anjing untuk mengatasi rabies terbukti tidak efektif dan sangat mengurangi populasi Anjing Kintamani, karena itu diperlukan cara lain untuk menanggulangi rabies yaitu melalui promosi kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi promosi kesehatan berbasis keluarga terhadap pengetahuan sikap dan tindakan pencegahan rabies di Bali. Bentuk penelitian ini adalah Research & Development yang terdiri dari 5 tahap yaitu analysis, design, development, implementation, evaluation.
Tahap analysis, design, development menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, penelusuran dokumen dan FGD. Tahap implementation & evaluation menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian stepped wedge cluster randomized trial selama 6 bulan. Sebanyak 250 sampel di bagi kedalam 5 kelompok (cluster) dan setiap kelompok mendapatkan intervensi pada periode bulan yang berbeda, dan setiap bulan dilakukan pengukuran pengetahuan, sikap, tindakan serta jumlah anjing yang mendapatkan vaksin anti rabies.
Hasil dari tahap analisis menunjukkan beberapa masalah yang ada pada keluarga terkait pencegahan rabies yaitu: kurangnya partisipasi aktif pemilik anjing untuk memvaksin anjing peliharaannya, kurangnya tanggung jawab pemilik anjing untuk mengendalikan populasi dan mobilitas anjing, kurangnya pengetahuan tentang PEP. Selain itu masalah yang ada adalah kurangnya keterlibatan pemerintah desa dalam program pencegahan rabies. Karena itu, diperlukan upaya perubahan perilaku melalui promosi kesehatan di tingkat keluarga, dan promosi kesehatan yang dilakukan harus melibatkan aparat desa.
Untuk mengatasi masalah dalam penanggulangan rabies maka pada tahap design & development peneliti merancang dan mengembangkan kegiatan promosi kesehatan berbasis keluarga dengan menggunakan paket eradikasi rabies. Paket eradikasi rabies dibuat dengan melibatkan dinas kesehatan dan dinas pertanian di Kabupaten Buleleng.  Paket eradikasi rabies terdiri dari: buku eradikasi rabies, kartu vaksinasi anjing, kartu riwayat kesehatan, dan alat perawatan luka gigitan anjing (sabun, betadine, kasa steril, kasa gulung).
Buku eradikasi rabies adalah sebuah buku kecil yang berisi informasi tentang cara-cara memelihara anjing supaya tidak tertular rabies, cara melakukan tindakan PEP yang benar, serta pengetahuan dasar tentang penyakit rabies. Kartu vaksinasi anjing adalah kartu tempat untuk mencatat identitas anjing yang dimiliki keluarga dan tanggal saat anjing tersebut mendapatkan vaksin. Kartu ini akan menjadi kontrol dalam pemberian vaksin anjing. kartu riwayat kesehatan adalah tempat untuk mencatat tindakan yang dilakukan saat terjadi kasus gigitan hewan perantara rabies dan jadwal pemberian vaksin bagi anggota keluarga yang menjadi korban gigitan. Pada saat pelaksanaan intervensi promosi kesehatan berbasis keluarga, maka aparat desa dilibatkan saat pembagian paket eradikasi rabies.
Untuk mengetahui  bagaimana pengaruh paket eradikasi rabies bagi keluarga, peneliti melakukan uji coba terbatas dengan memberikan paket eradikasi rabies kepada 20 keluarga pemilik anjing yang dipilih secara purposif selama 1 bulan. Pretes diberikan saat awal pemberian paket eradikasi rabies dan postes diberikan setelah 1 bulan mendapatkan paket. Pretes dan postes menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan yang berisi 20 pertanyaan. Hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dari tingkat pengetahuan responden setelah diberikan intervensi.
Evaluasi secara kualitatif juga dilakukan untuk mengetahui manfaat dari paket eradikasi rabies bagi responden. Seluruh responden menyatakan bahwa paket eradikasi rabies sangat bermanfaat bagi keluarganya.
Pada tahap implementation & evaluation, peneliti melakukan uji lapangan terhadap intervensi promosi kesehatan berbasis keluarga dengan menggunakan metode stepped wedge cluster randomized trial. Sebanyak 250 responden yang terbagi kedalam 5 cluster/ desa digunakan sebagai subyek penelitian. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dari tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan rabies dari responden setelah mendapatkan intervensi selama 1 bulan dan peningkatan pengetahuan sikap dan tindakan tersebut tetap bertahan sampai akhir periode penelitian (6 bulan). Namun hasil uji lapangan tidak dapat membuktikan pengaruh intervensi terhadap jumlah anjing yang mendapatkan VAR (vaksin anti rabies), karena pada saat dilaksanakan uji lapangan pemerintah daerah juga melakukan kegiatan vaksinasi masal anjing secara menyeluruh di Kabupaten Buleleng.  
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah dalam pencegahan rabies di Bali adalah kurangnya partisipasi aktif pemilik anjing untuk memvaksin anjing peliharaannya, kurangnya peran aktif dari aparat desa, kurangnya tanggung jawab pemilik anjing untuk mengendalikan populasi dan mobilitas anjing, dan kurangnya pengetahuan tentang PEP, karena itu dibutuhkan perubahan perilaku melalui intervensi promosi kesehatan berbasis keluarga.
Paket eradikasi rabies dapat digunakan sebagai media intervensi promosi kesehatan berbasis keluarga. Terdapat pengaruh intervensi promosi kesehatan berbasis keluarga dengan menggunakan paket eradikasi rabies terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan rabies pada keluarga di Bali. Intervensi promosi kesehatan berbasis keluarga meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan rabies.Tidak terdapat pengaruh intervensi promosi kesehatan berbasis keluarga terhadap jumlah anjing yang mendapatkan VAR.
Kata kunci : Rabies, Promosi kesehatan, Perilaku, Anjing Kintamani, Stepped wedge cluster randomized trial

File Dokumen Tugas Akhir : Tidak ada file.
File Dokumen Karya Dosen : 202002242143181003.jpg
1. HALAMAN AWAL.pdf
2. BAB I.pdf
3. BAB II.pdf
4. BAB III.pdf
5. BAB IV.pdf
6. BAB V.pdf
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Didik Gunawan Tamtomo, dr, PAK, MM, M.kes
2. Ari Natalia Probandari, dr., MPH, PhD
3. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.PD
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana