Penulis Utama : Gunawan Cahyo Utomo
NIM / NIP : S021508016
×

Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di dunia. Situasi epidemi penyakit TB dalam dekade terakhir ini semakin memprihatinkan, keadaan ini diperburuk dengan munculnya kasus TB Multiple Drugs Resistant (TB MDR) yang semakin meningkat, diperkirakan 6.100 kasus per tahun terjadi di Indonesia. Grobogan adalah salah satu kabupaten diantara 6 kabupaten di eks karesidenan Pati, Propinsi Jawa Tengah dengan jumlah kasus TB MDR terbesar kedua setelah Kabupaten Kudus, selama tahun 2011 – 2016 ditemukan 23 kasus dengan angka kematian yang mencapai 52,17 persen. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji peran penderita TB MDR, Keluarga, Petugas TB dan Provider layanan pengobatan dalam kejadian kasus TB MDR di Kabupaten Grobogan.
Subjek dan Metode : Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada penderita TB MDR pada Mei - Juni 2017. Informan penelitian sejumlah 26 orang yang terdiri penderita TB MDR 7 orang, Keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) 7 orang, Petugas TB puskesmas 7 orang dan rumah sakit 1 orang, dokter puskesmas 3 orang dan rumah sakit 1 orang. Teknik sampling adalah Purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meng¬gu¬na¬kan model analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi.
Hasil     : Semua Penderita TB MDR memiliki persepsi kerentanan dan keparahan penyakit TB serta efikasi diri yang positif sehingga mendorong untuk tetap patuh berobat, sebagian besar merasakan manfaat terhadap pengobatan ditempuh dan hambatan yang dirasakan tidak menjadikan untuk menghentikan pengobatan. Keluarga memiliki nilai dan sikap yang positif dalam memberikan dukungan penderita untuk mencari pengobatan, kepatuhan berobat dan menerima pengobatan yang dijalani. Pengelolaan program TB di rumah sakit belum optimal dalam menerapkan standar pedoman TB DOTS meskipun telah memiliki standar operasional prosedur pelayanan TB. Tatalaksana pengobatan TB yang tidak adekuat oleh sebagian provider di rumah sakit dan dokter praktek mandiri sebagai dampak dari keterbatasan tenaga terlatih TB DOTS dan tidak diterapkannya standar pedoman pengobatan TB DOTS merupakan faktor yang dominan dalam menyebabkan kejadian TB MDR di Kabupaten Grobogan.
Kesimpulan     : Tatalaksana Pengobatan TB adekuat pada fasilitas pelayanan kesehatan pimer dan sekunder yang menjamin mutu pelayanan dengan standar TB DOTS diperlukan sebagai upaya untuk mencegah kejadian TB MDR, peran serta pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten untuk melakukan promosi program TB DOTS dan mempersiapkan tenaga terlatih TB DOTS bagi provider adalah sangat mendesak untuk dilakukan.   

Kata Kunci : TB MDR, tuberkulosis, pengelolaan program TB, kepatuhan

 

×
Penulis Utama : Gunawan Cahyo Utomo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S021508016
Tahun : 2017
Judul : Resistensi obat anti tuberkulosis (studi kasus TB MDR di Grobogan, Jawa tengah)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2017
Program Studi : S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi Kesehatan Masyarakat-S021508016-2017
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Hermanu Joebagyo.,M.Pd
2. Prof. Bhisma Murti.,dr., MPH.,MSc.,PhD
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.