Penulis Utama : Dhimas Sandhiatma
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M0410016
Tahun : 2017
Judul : Pengaruh Konsentrasi Asam Hidrolisis dan Suhu Fermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae terhadap Produksi Bioetanol dari Limbah Buah Salak (Salacca zalacca)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FMIPA - 2017
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Prodi. Biologi - M0410016-2017
Subyek : ASAM HIDROLISIS, BIOETANOL, LIMBAH BUAH SALAK, PERBEDAAN SUHU FERMENTASI, SACCHAROMYCES CEREVISIAE, SALACCA ZALACCA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK
    Bioetanol merupakan salah satu energi terbarukan yang sangat potensial menggantikan sumber bahan bakar fosil. Sumber energi bioetanol dapat berasal dari limbah buah salak yang banyak terdapat di pasar tradisional dan belum termanfaatkan. Selulosa yang  terdapat dalam limbah buah salak dapat diubah menjadi etanol dengan proses kimia dan biologi. Untuk mengubah selulosa menjadi glukosa diperlukan proses hidrolisis dengan larutan asam (H2SO4). Kemudian gula diubah menjadi bioetanol melalui proses fermentasi dengan menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam hidrolisis terhadap gula reduksi dan pengaruh suhu fermentasi  terhadap kadar bioethanol.
Ekstrak buah dibuat dari limbah buah salak tanpa kulit luar kemudian ditambahkan asam H2SO4 1 M dengan  konsentrasi asam yaitu 0, 2, 4, 6 % v/v. Gula reduksi dianalisis dengan metode Nelson-somogyi. Hasil hidrolisis difermentasi dengan perbedaan suhu 28oC, 32oC dan suhu ruangan (+- 30 oC) menggunakan khamir S. cerevisiae selama 72jam, kemudian bioetanol dimurnikan dengan metode destilasi. Data dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh konsentrasi asam hidrolisis dan suhu fermentasi terhadap produksi bioetanol. Kadar gula reduksi tertinggi didapat dari hirolisis oleh asam (H2SO4) dengan konsentrasi 2%. Untuk perlakuan suhu yang dilakukan pada proses fermentasi substrat oleh S. cerevisiae, didapat kadar bioetanol tertinggi yaitu 4,33%, pada suhu 28o C.
Kata kunci    : Asam hidrolisis, Bioetanol, limbah buah salak, perbedaan suhu fermentasi, Saccharomyces cerevisiae, Salacca zalacca

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Pernyataan persetujuan publikasi.pdf
HALAMAN.pdf
BAB (1).pdf
BAB (2).pdf
BAB (3).pdf
BAB (4).pdf
BAB (5).pdf
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Edwi Mahajoeno, M.Si.
2. Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. MIPA