Penulis Utama : Hanafi Ridwan Dwiatmojo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M0411022
Tahun : 2017
Judul : Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Campuran Limbah Cair Tahu dan Urin Sapi terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poirs)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FMIPA - 2017
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Prodi. Biologi - M0411022-2017
Subyek : PUPUK ORGANIK CAIR, LIMBAH CAIR TAHU, URIN SAPI, FERMENTASI, KANGKUNG
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

ABSTRAK

Industri tahu tersebar di seluruh Indonesia dengan teknologi yang sederhana,  sehingga banyak  menghasilkan  limbah padat  dan  cair.  Limbah ini mengandung unsur N, P, dan K yang bermanfaat bagi tanaman. Selain limbah cair tahu, potensi  limbah  lainnya  kotoran  sapi.  Potensi  limbah  kotoran  sapi  dapat mencapai lebih dari 400 juta kg/hari untuk sapi potong dan lebih dari 15 juta kg/hari untuk sapi perah. Limbah kotoran sapi terutama urin sapi belum banyak dimanfaatkan. Urin sapi juga memiliki kandungan hara N, P, dan K. Pengelolaan limbah cair tahu dan urin sapi agar tidak mencemari lingkungan dapat dibuat menjadi pupuk organik cair. Pupuk organik cair campuran limbah cair tahu dan urin sapi terfermentasi dapat dimanfaatkan pada tanaman kangkung darat. Kangkung  darat  mengandung  banyak  nutrisi  seperti  vitamin  A,  vitamin  B1, vitamin C, protein, kalsium, fosfor, zat besi, karoten, hentriakontan, sitosterol serta zat anti toksin.
Rancangan  penelitian  yang  dipakai  adalah  Rancangan  Acak  Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah dosis urin sapi sebanyak 25% per liter air, 50% per liter air, 75% per liter air dan 100% urin sapi. Faktor kedua adalah dosis limbah cair tahu sebanyak 25% per liter air, 50% per liter air, 75% per liter air  dan  100%  limbah  cair  tahu.  Variabel  yang  diamati  adalah  tinggi  batang, jumlah daun, diameter batang dan berat basah tanaman. Dilakukan analisis terhadap kadar hara N, P, dan K sebelum dan sesudah fermentasi menggunakan metode Kjeldahl dan Spektrofotometri untuk analisis N. Sedangkan kadar P dan K sampel dioksidasi basah dengan HNO3 dan HClO4.
Fermentasi dapat meningkatkan kandungan hara N, P, dan K pada pupuk
organik cair campuran urin sapi dan limbah cair tahu. Kandungan hara tertinggi yang diperoleh adalah sebagai berikut: N sebesar 0,1 % pada variasi urin sapi 50%
+ limbah cair tahu 50 %, P sebesar 0,052 % pada variasi urin sapi 100% + limbah cair tahu 100%, dan K sebesar 0,108 % pada variasi urin sapi 100% + limbah cair tahu 100%. Rata-rata persentase pertumbuhan panjang batang sebesar 16,8 %, diameter sebesar 2,1 %, dan berat basah sebesar 124 %. Perlakuan variasi pupuk organik cair terbaik dengan perbandingan campuran (urin sapi : limbah cair tahu) yaitu: Diameter batang (75% : 75%); jumlah daun (75% : 75%); panjang batang (50% : 25%); dan berat basah (75% : 25%).

 

Kata kunci: Pupuk organik cair, limbah cair tahu, urin sapi, fermentasi, kangkung

 

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Pernyataan persetujuan publikasi.pdf
1. Halaman.pdf
2. BAB I.pdf
3. BAB II.pdf
4. BAB III.pdf
5. BAB IV.pdf
6. BAB V.pdf
7. Daftar Pustaka.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Wiryanto, M.Si.
2. Ari Pitoyo, M.Sc.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. MIPA