Penulis Utama : Abdurrohman Khudaifi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : B0415001
Tahun : 2019
Judul : Penerapan Azas Tunggal Pancasila Dalam Partai Politik Pada Masa Orde Baru Di Surakarta Tahun 1985 – 1998.
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ilmu Budaya - 2019
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ilmu Budaya Jur. Ilmu Sejarah-B0415001-2019
Subyek : PANCASILA, PPP, SURAKARTA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui sejarah tentang latar belakang penerapan Asas Tunggal Pancasila, masa penerapannya dan dampaknya bagi perpolitikan Indonesia dari tahun 1977 sampai 1998. Penerapan Asas Tunggal
Pancasila sangat penting untuk diteliti karena kebijakan ini membawa dampak panjang sampai terjadinya gerakan reformasi.
Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu Heuristik (pengumpulan sumber), Kritik Sumber (Kritik Intern dan Kritik Ekstern), Interpretasi penulis dan yang terakhir
Historiografi. Sumber didapat dengan menggunakan dokumen-dokumen yang diterbitkan oleh LBH Mega Bintang Surakarta 1997 “Balane Wong Cilik”, wawancara dengan narasumber, bebagai surat kabar dari tahun 1977 sampai 1998, seperti harian Kompas, Bernas, Suara Merdeka, Bali Post, dll. Adapun sumber sekunder yang digunakan adalah buku – buku refrensi, artikel, serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian.
Berdasarkan analisis terhadap sumber – sumber yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa Penerapan Asas Tunggal Pancasila sebagai satu – satunya Asas untuk partai politik Indonesia mempunyai dampak pendek yaitu bagi PPP
mengalami penurunan suara drastis dalam pemilu 1987dan 1992. Secara tidak langsung Golkar menjadi semakin kuat dan OPP lain tidak mempunyai kemampuan untuk bersaing dengan Golkar. Tetapi perlahan PDI dan PPP mulai membangun kekuatan di masyarakat  agar mampu bersaing dengan Golkar. Nama nama seperti Megawati Sukarnoputri yang diangkat menjadi Ketua umum PDI mulai menjadi buah bibir di masyarakat. Sayangnya pada 1996, PDI di intervensi pemerintah yang mengkibatkan PDI Megawati tidak diakui dan pemerintah lebih memilih mengakui PDI Soerjadi. 12 tahun pasca penerapan Asas tunggal Pancasila tepatnya Mei 1997, muncullah gerakan Mega-Bintang di Surakarta sebagai bentuk perlawanan pendukung PDI Pro Megawati dan PPP melawan dominasi Golkar (yang semakin kuat berkat adanya Asas Tunggal Pancasila). Gerakan ini bersumber dari kekecewaan pendukung PDI Pro Megawati di Surakarta karena partai yang didukungnya tidak bisa mengikuti pemilu 1997 dan mengalihkan suaranya ke kubu PPP, dan gerakan berhasil menjadi isu politik nasional.
Oleh karena itu dapat disimpulkan penerapan Asas Tunggal Pancasila membawa konsekuensi panjang dan salah satunya munculnya gerakan MegaBintang untuk melawan Golkar sebagai pihak yang diuntungkan dalam Asas Tunggal Pancasila.  
Kata Kunci : Pancasila, PPP, Surakarta.

File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Hal Depan.pdf
Bab 1.pdf
Bab 2.pdf
Bab 3.pdf
Bab 4.pdf
BAB 5.pdf
Datar Pustaka..pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Supariadi, M.Hum.
2. Dra. Sawitri Pri Prabawati, M.Pd.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ilmu Budaya