Penulis Utama : Retno Wulan Dari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D.0204100
Tahun : 2009
Judul : Peran public relations dalam mempertahankan citra positif Kraton Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Jur. Ilmu Komunikasi-D.0204100-2009
Subyek : PUBLIC RELATIONS
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang kaya akan peninggalan sejarah dan kejayaan masa lampau. Salah satu peninggalan dari sisa-sisa kejayaan masa lalu adalah adanya kerajaan-kerajaan tradisional yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Salah satu kerajaan tradisional yang besar dan hingga sekarang masih dikenal masyarakat luas adalah Kraton Surakarta. Walaupun Keraton Surakarta sudah tidak menjadi pusat pemerintahan lagi, tapi keberadaannya masih tetap dipertahankan sebagai pusat kebudayaan, lembaga sejarah, dan potensi pendukung pariwisata. Suksesi silih berganti telah terjadi dan mewarnai kehidupan Kraton Surakarta. Bahkan intrik dan perseteruan tidak dapat dihindari pada sejumlah pergantian Paku Buwono. Hingga pada tahun 2004 Paku Buwono XII mangkat dan meninggalkan konflik perebutan kekuasaan. Seiring perkembangan zaman, Kraton Surakarta pun juga berkembang. Kehadiran Humas dalam struktur kelembagaan Kraton Surakarta patut mendapatkan perhatian, apalagi di masa konflik, saat yang tepat bagi Humas Kraton untuk menunjukkan peranannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan membandingkan tindakan serta peranan Humas Keraton Kasunanan Surakarta untuk mempertahankan citra positif yang telah dimiliki Keraton, terkait dengan sengketa perebutan kekuasaan antara dua raja. Tipe penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling atau pengambilan sample berdasarkan tujuan. Dengan informan kunci Pejabat Humas Tedjowulan dan Hangabehi serta kerabat Kraton dan budayawan kota Solo. Setelah dilakukan analisa, diperoleh kesimpulan bahwa Humas Tedjowulan berperan lebih aktif dalam usaha mempertahankan citra positif di tengah konflik. Sementara Humas Hangabehi lebih condong ke arah Humas sebagai juru penerang kebudayaan. Namun, terlepas dari penilaian secara terpisah, kedua Humas tersebut belum bisa dikatakan berhasil menjalankan peranan mereka sebagai Humas yang sesuai dengan koridor kehumasan.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Retno Wulan Dari.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. H. Widodo Muktiyo, SE, Mcomm
Catatan Umum : 1393/2009
Fakultas : Fak. ISIP